Kaitan Niat dan Perbuatan

Niat-481x318

Rasulullah Saw bersabda bahwa sesungguhnya setiap perbuatan itu bergantung pada niatnya.

Dari hadist itu disimpulkan ada kaitan yang sangat erat antara perbuatan dan niat.  Selanjutnya kita perlu memahami kaitan niat dan perbuatan yang manakah yang bernilai di mata Allah?. Niat juga termasuk  ucapan yang akan mendapat pengawasan dari malaikat sesuai Firman Allah :

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Qaf : 18)

Imam Gazali menggolongkan kaitan niat dan perbuatan dalam 3 golongan yaitu:

Niat dengan perbuatan kemaksiatan.

Esensi kemaksiatan sama sekali tidak berubah, sebaik apapun niat yang dipanjatkan, kemaksiatan tetap kemaksiatan. Upaya untuk mengakali keduanya adalah wujud kebodohan seseorang. Contoh misalnya memberi makan anak yatim dengan mengambil hak orang lain, tetap digolongkan perbuatan kemaksiatan karena mencampur yang haq dan yang batil.

Kemaksiatan yang dilakukan dengan niat yang baik, bukanlah hasil yang baik yang didapat, melainkan akan berlipat ganda dosanya, besar bahanyanya dan akan mendapat siksa.

Niat dengan perbuatan ketaatan

Ini adalah kebalikan pertama, karena kesesuaian niat dan perbuatan ketaatan akan melipatgandakan pahala. Niat demikian harus dipanjatkan diawal setiap perbuatan ketaatan yang dilakukan yaitu semata-mata beribadah kepada Allah Swt.

Contoh niat dengan ketaatan adalah duduk di mesjid, dengan melakukan perbuatan ini banyak niat yang dapat dilakukan dan berbalas pahala sebagai contoh, niatnya memasuki mesjid, shalat didalamnya, dzikir dan berdoa didalamnya, menunggu waktu shalat jamaah, menambah ilmu dengan mengikuti ceramah, menahan diri dari kemaksiatan dengan berlindung di mesjid dan lain sebagainya.

Niat dengan banyak coraknya yang demikian bergantung atau dapat tumbuh pada hati iman yang diwujudkan melalui ibadah yang dilakukan, kebaikan dari ibadah yang diharapkan serta bagaimana kandungan amalnya. Makin banyak niat yang dibunyikan dalam hati maka, makin bertambah kebaikan ibadahnya dan berlipatganda pahala yang diperolehnya.

Niat dan perbuatan kemubahan

Kemubahan adalah perbuatan yang boleh dilakukan dan boleh juga untuk tidak dilakukan contohnya, berjalan, makan, minum, tidur dan sebagainya. Perbuatan itu kan dinilai bila terkandung maksud dalam melakukannya yaitu bagaimana niatnya. Sebagai contoh orang yang makan, akan menjadi perbuatan ketaatan / pahala jika itu diniatkan agar kuat dalam beribadah kepada Allah Swt. Makan akan menjadi maksiat jika berlebih-lebihan sehingga membahayakan kesehatannya sendiri.

Contoh lainnya adalah orang yang menyenangkan istrinya akan berubah menjadi ketaatan/ pahala jika ditujukan mengikuti sunah rasul atau  berusaha untuk mendapatkan anak yang shaleh. Begitu juga contoh orang menggunakan wangi-wangian yang dilakukan atas dasar memenuhi anjuran Nabi Saw, agar orang lain merasa lapang dan menjadi senang dengan bau-bauan itu. Bila niatnya itu pamer dengan membanggakan diri dengan parfum yang mahal akan berubah menjadi kemaksiatan karena sikap pamer ria terhadap orang lain.

Wallahu a’lam

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s