Kemaksiatan yang lebih baik dari ketaatan

athailah

Prinsipnya yang namanya maksiat yang tetap maksiat. Tetapi tunggu dulu, ini ada maksiat dibilang lebih baik dari ketaatan. Lalu kemaksiatan seperti apa yang dibilang baik? dan ketaatan seperti apa yang dibilang jelek?. sehingga kemaksiatan dapat mengungguli ketaatan. 

Dari buku Al hikam, Ibnu Athaillah berkata:

Kemaksiatan dapat lebih baik dari ketaatan ditinjau dari bagaimana kedua hal itu mendorong seseorang dalam bersikap. Bila kemaksiatan cenderung mendorong orang kemudian merasa hina dan merasa dirinya membutuhkan tobat karena penyesalan atas maksiat yang dilakukan, maka itu akan lebih baik dari pada ketaaatan yang mendorong orang kemudian menjadi bangga dan dipenuhi kesombongan karena ketaatannya itu.

Selanjutnya dijelaskan oleh beliau, Kesalehan dan ketaatan yang memunculkan kecongkakan spiritual dan kepuasan diri akan lebih buruk ketimbang keburukan yang memunculkan ketawadhuan dan penyesalan. Manis dan senang dalam perbuatan baik harus diimbangi dengan kerendahan hati dan rasa syukur karena telah diberikan kekuatan olehNya  untuk melaksanakan perbuatan baik tersebut.

Dalam pandangan Allah, penyesalan orang yang berbuat dosa lebih mulia daripada ketakaburan, keangkuhan, kebohongan orang yang menganggap dirinya sebagai pelaku kebaikan.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s