Meneguhkan harapan kepada Allah di tahun 2014

roja

Selamat Tahun Baru 2014.

Harapan atau dalam bahasa arabnya raja’ adalah dianjurkan untuk ditumbuhkan apalagi memasuki tahun baru. Raja’ memberi pengertian bahwa Allah selalu memberi harapan kepada manusia. Harapan ditahun baru ini tentu beda-beda antara satu dengan yang lainnya, misalnya harapan yang belum punya rumah tentu ingin memiliki rumah, harapan yang belum berjodoh tentu ingin berjodoh dan harapan belum berkarir dengan baik akan diupayakan karirnya lebih baik lagi ditahun ini.

Dalam menumbuhkan harapan hal yang perlu disadari adalah selalu husnudzon kepada Allah. Raja’ beda dengan tamanny atau angan-angan. seorang mukmin akan menghindari panjang angan-angan atau selalu berandai-andai yaitu berharap namun tidak diimbangi dengan ikhtiar, bila demikian tamanny adalah sifat yang tercela.

Dalam meneguhkan raja’ acap perasaan berdosa menghantui seseorang untuk menggantungkan harapan kedepan kepada Allah swt. Hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi karena Allah besar pengampunannya. Ibnu Athaillah dalam kitabnya Al Hikam mengatakan pertaubatan dengan sikap raja’ didalamnya tidak mensyaratkan penyesalan sebagai gerbang utama, melainkan yang terpenting adalah sikap dan keinginan yang kuat untuk berbuat baik di kehidupan yang barunya.

Dengan demikian, bersikap sebaliknya dengan raja’ yaitu berputus asa dengan rahmat Allah adalah perbuatan yang tidak disukai Allah. Dengan raja’ seseorang akan berhadapan dengan kekuasaan Allah yang tidak terbatas dan bila seseorang memiliki keyakinan kepada Tuhan, Tuhan pun akan segera membantunya, keluar dari segala kesulitan atas setiap kesukaran yang dihadapinya.

Karena itu meyakini Tuhan dengan sikap positif akan membuat Tuhan tidak akan pernah berlaku negatif terhadap hambaNya.  Sabda Nabi : Aku bergantung bagaimana cara hambaku memandang (Bukhari Muslim). Setiap kejadian betatapapun pahitnya pasti selalu ada hikmahnya. Yang perlu dilakukan setiap diri adalah hanya menerima dengan sabar baik dalam kesempitan maupun dalam kelapangan.

Raja’ perlu juga diyakini atas kesadaran bahwa RahmatNya akan selalu mendahului MurkaNya yang artinya rahmat Tuhan lmengalahkan atau lebih banyak daripada murkaNya melalui cobaan yang diturunkan pada hambaNya,  sesuai sabda Nabi :Ketika Allah selesai menjadikan semua makhluk maka Allah menulis tulisan yang ada diatas arasy yang berbunyi RahmatKu  mendahului MurkaKu (HR Bukhari Muslim)

Firman Allah : (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,(Alhadid: 23).

Dengan demikian seorang hamba tidaklah berputus asa, tidak ada suatu musibah yang luput dari penglihatan Allah dan mudah saja bagi Allah untuk mengubahnya. Firman Allah : Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(Alhadid: 22)

Bila demikian adanya, seorang hamba akan selalu tersenyum, meski duka menyelimuti. Diri akan tetap tegar, meskipun sudah kepayahan, karena diri selalu berkeyakinan bahwa Allah selalu bersamanya.(disadur dari mukadimah kun fayakun tulisan Ust Yusuf Mansyur)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s