Kikir seseorang karena tidak menjawab shalawat

shalawat nabi

Menyambut Maulud Nabi beberapa hari lagi, ada baiknya diri perlu untuk diingatkan kembali  untuk meneguhkan diri dalam melaksanakan sunnahnya dan banyak membaca shalawat kepada junjungan nabi besar Saw. Orang kikir ternyata bukan saja orang yang enggan atau pelit dalam menafkahkan hartanya, namun orang kikir adalah orang yang tidak membaca shalawat ketika nama Nabi Saw disebutkan.

Dalam kitab Syaraful Musthafa Abu Said berkata: pada suatu malam ketika Aisyah menjahit, tiba-tiba hilang jarumnya sedang lampu mati, Kemudian datanglah Nabi Saw dan menjadi teranglah tempat itu, sehingga jarum dapat ditemukan. Maka Aisyah berkata: “Alangkah terangnya wajahmu ya Rasulullah?”. Maka sabda Nabi Saw: “Celakalah orang yang tidak dapat melihat aku”. Lantas Siti Aisyah bertanya: “Siapakah orang yang tidak melihat padamu?”. Nabi Saw bersabda: “Orang kikir (Bakhil)”. Siati Aisyah bertanya kembali: “Siapakah orang kikir itu ?” Nabi bersabda: “Ialah orang yang tidak membaca shalawat jika mendengar namaku disebut orang”.

Membaca apalagi memperbanyak shalawat memang dianjurkan dan ini dapat dibaca walau dalam kalimat yang sederhana seperti : Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali wassalim. Namun demikian bila membacanya lebih sempurna tentu akan lebih utama.Anjuran membaca shalawat nabi Saw ada dalam Al Quran.

Firman Allah : Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.(Al Ahzab:56).

Keutamaan membaca shalawat janganlah diremehkan apalagi bagi yang mengaku umat Muhammad Saw: beberapa keutamaan shalawat adalah :

  1. Sebagai penebus dosa, menaikkan derajat, kesucian diri dan terpancarnya rahmat Allah pada dirinya. Sabda Nabi : Bacalah shalawat untukku, maka bacan shalawatmu untukku itu akan menjadi penebus dosamu dan kesucian untuk dirimu. Maka siapa yang membaca shalawat untukku 1 kali, Allah bershalawat padanya 10 kali (Rahmat Allah akan turun padanya 10 kali lipat)
  2. Mendapatkan syafaat nabi Saw dikala sudah tidak ada naungan lagi kecuali naungan Allah di hari akhir: Sabda Nabi : 3 macam orang yang akan mendapat naungan Allah, pada hari yang tiada naungan lagi kecuali naungan Allah . Maka mereka bertanya: Siapakah mereka itu ya rasulullah? Jawab Nabi Saw: ialah siapa yang suka meringankan kesukaran orang dari umatku, dan siapa yang menghidupkan sunahku dan siapa yang banyak membaca shalawat padaku.
  3. Mendapat ampunan dan rahmat Allah sehingga mengantarkan seseorang ke surga.  Seorang shaleh bermimpi melihat Abu Hafsh Allaghidi dan bertanya padanya: Bagaimana keadaanmu? Jawabnya: “Allah mengampunkan dan merahmati aku lalu memasukkan aku ke surga”. Lalu ditanya:”Oleh sebab amal apa?”. Jawabnya: “Ketika dihadapkan didepan Tuhan dan diperintahkan pada malaikat untuk meperhitungkan amal perbuatanku, tiba-tiba mereka mendapatkan dosa-dosaku dan bacaanshalawatku atas nabi Saw cukup banyak”. Maka Allah berfirman kepada Malaikat: “Cukuplah (perhitungan amalnya) jangan diteruskan, bawalah ia masuk ke surga” (Disadur dari Kitab Irsyadul Ibad Ilasabilirrasyad bab shalawat Nabi Saw)

Melihat besarnya keutamaan dan syafaat nabi Saw dan rahmat Allah bagi seseorang yang membaca shalawat, lantas pantaskah seorang hamba untuk tidak bershalawat dan apalagi kikir tidak menjawab shalawat ketika Nabi Saw disebutkan?

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s