Tidak ada beda surganya orang yang cinta Rasul dengan Rasulnya

panaroma

Firman Allah : Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (Annisa 69).

Ayat dalam Al Quran itu menjawab kekuatiran  seorang hamba karena kecintaannya yang sangat kepada rasul saw,  dirinya kuatir tidak dapat berjumpa dengan rasulnya diakhirat kelak. Tidak hanya itu dia kuatir jikalau dirinya masuk surga, dirinya akan ditempatkan Allah ditempat yang jauh atau tidak bersama Rasul yang dicintainya.

Itulah sebab atau asbabun nuzul dari ayat ini sebagaimana  diriwayatkan dari Anas bin Malik ia berkata: Ayat Annisa 69 ini turun terkait dengan sikap pelayan Rasulullah saw yang bernama Tsauban. Ia sangat beruntung ditakdirkan Allah menjadi manusia yang sangat merindukan Rasul. Akibat cintanya itu hingga menjadikan dirinya tidak memiliki kesabaran akan hal ini, bila harus atau sampai berpisah dengan beliau Saw.

Alkisah pada suatu hari Tsuban datang kepada Rasul saw dengan raut muka yang muram dan kesedihan yang sangat mencolok. Lalu Rasul saw menanyakan hal itu kepadanya.  Tsauban menjawab :

“Ya Rasul sebenarnya tubuhku tidaklah sakit dan tiada penyakit apapun dalam diriku. Kecuali jika aku tidak melihatmu maka hilanglah kesabaranku karena kerinduan padamu dan itu akan hilang setelah dapat menjumpaimu.

Lalu ingatanku kemudian tertuju bagaimana jika diakhirat kelak?

Lanjutnya : “Kalau demikian kelak jangan-jangan aku tidak dapat melihat wajahmu lagi. Sebab aku tahu pasti maqam / kedudukanmu bersama nabi terdahulu seandainya aku masuk surgapun kondisi dan letaknya akan jauh berbeda dengan surgamu, bahkan jika aku tidak masuk surga maka untuk selamanya aku tidak dapat melihat wajahmu lagi. Lalu bagaimana nasibku kelak?

maka dengan demikian turunlah ayat Annisa : 69. yang menyatakan bahwa tiada batasan surga antara orang yang mencintai Rasul dengan Rasulnya. Hadist juga menguatkan hal ini dengan sabda Nabi Saw:

Seseorang pasti berhimpun dengan yang dicintainya.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s