Ilmu Tasawuf yang taqlid kepada 4 mahzab

mahzab

Menarik apa yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad Amin Al Kurdi sebagai penulis kitab Tanwirul Qulub agar dalam seseorang belajar tasawuf hendaknya menggantungkan pada apa yang sudah diajarkan dalam 4 mazhab saja dengan beberapa alasan di bawah ini :

 

  1. keterbatasan waktu orang sekarang dalam memahami agama,
  2. banyaknya pengaruh rusak akibat lemahnya moralitas, kedurhakaan yang meluas, dan tingginya kecintaan pada hal-hal duniawiyah.
  3. Tidak tersusun rapinya buku-buku pembahasan masalah agama di luar Mazhab yang Empat ini.
  4. Adalah dilihat tentang kedalaman ilmu, jelas orang sekarang tertinggal jauh jika dibandingkan dengan ilmu para Imam Mazhab yang Empat.   

Kitab Tanwir al Qulub,  adalah sebuah kitab yang masyhur di dunia Islam. Kitab ini adalah salah satu ‘kitab wajib’ yang dipelajari pada hampir seluruh pesantren di Indonesia. Penulisnya hidup abad ke-13 di kota Irbil dekat kota Moshul di Irak.

 

Ilmunya sangat dipengaruhi Thariqat al Qadiriyah, sebuah thariqat yang telah dirintis oleh Syaikh Abdul Qadir al Jaelani. Guru beliau yang terkenal adalah Syaikh al Quthub, Maulana Umar, seorang wali Allah yang tinggal  di Irbil, Irak. Guru beliau inilah yang banyak menggembleng beliau dengan ilmu-ilmu syari’at dan thariqat, sehingga membuat beliau memiliki dasar yang kuat dalam ilmu lahir dan batin.

 

Kitab Tanwirul Qulub dibagi atas tiga bagian besar. Pertama, bagian Aqidah Biddiniyyah terdiri atas 3 bab. Kedua, bagian Fiqih terdiri atas 11 bab yang dibagi menjadi 94 pasal. Dan ketiga, bagian Tasawwuf dibagi atas 22 pasal.

 

Dalam pembahasan Tasawwuf, beliau memulainya dengan pembahasan lima pokok yang menjadi sifat tasawwuf, yaitu:

  1. Taqwa kepada Allah, wara’ dan istiqamah,
  2. Mengikuti sunnah nabi perkataan dan perbuatannya,
  3. Memalingkan diri dari makhluk, bersabar dan bertawakal kepada Allah,
  4. Ridha, dan
  5. Taubat dan Syukur kepada Allah.

Sedemikian kokohnya pemahaman beliau atas tiga prinsip dasar akidah, fiqih dan tasawuf itu, sehingga beliau mengatakan dengan tegas bahwa telah menjadi keharusan atas umat yang hidup di akhir zaman ini untuk bertaqlid kepada Imam-Imam Mujtahid dari faham Ahlussunnah dan Imam madzhab yang Empat saja. Dengan mengikuti mereka berarti akan selamat dalam kehidupan beragama.

 

Sebaliknya, beliau menegaskan bahwa barangsiapa yang tidak ikut salah seorang dari para Imam ini, (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali), dan mengucapkan bahwa dia terlepas dari Madzhab yang Empat serta hanya menggali langsung dari kitab al Qur’an dan Sunnah saja, maka orang tersebut tidak akan selamat, dan termasuk orang yang sesat lagi menyesatkan!

Wallahu a’lam

 

Diambil dari blog http://tengkuzulkarnain.net/index.php/artikel/pena/diskusi-kitab/94/bedah-kitab-tanwirul-qulub.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s