Pertanyaan Bani Israil kepada Nabi saw soal ruh.

17_85

Diambil dari kitab Al Lulu wal Marjan. Perkara Ruh adalah urusan Allah dan manusia diberikan sedikit sekali ilmu mengenai hal ini. Dalam riwayat, perkara ruh ini pernah  dtanyakan oleh Bani Israil kepada Muhammad Saw, sehingga turunlahFirman Allah :

Firman Allah : Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: “Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.(Al Isra 85)

Pertemuan Muhammad saw dengan Kaum Bani Israil dikisahkan Abdullah bin Mas’ud ra berkata :

Ketika aku berjalan bersama nabi saw, didaerah perkebunan kota madinah dan nabi saw bertongkat dahan kurma, tiba-tiba bertemu dengan rombongan kaum Yahudi, lalu sebagian mereka berkata, tanyakan padanya tentang ruh. Sebagian lain juga berkata jangan menanyakan hal itu kepadanya karena jangan sampai kalian mendapatkan jawaban yang tidak menyenangkan.

Sebagian lain itu berkata : pasti kami akan bertanya padanya, lalu seorang dari mereka berdiri dan berkata: Hai abul qasim apakah ruh itu? Maka nabi saw diam. Ibnu Mas’ud berkata : Nabi Muhammad saw sedang menerima wahyu, kemudian setelah selesai, nabi saw membaca ayat :  “Mereka tanya padamu tentang ruh, katakanlah ruh itu urusan Tuhanku sedang kamu tiada berilmu kecuali sedikit sekali “(Bukhari Muslim)

Latar belakang turunnya Al Isra : 85 ini,  adalah didasarkan pertanyaan mereka mengenai 3 hal untuk membuktikan bahwa Muhammad Saw adalah seorang nabi dan utusan Tuhan. Tiga pertanyaan itu adalah pertama Kisah yang mengagumkan dalam Ashabul Kahfi cerita seklompok pemuda yang berada didalam gua 300 tahun, kedua adalah kisah raja Zulkarnaen yang memiliki kekuasaan timur barat dan mampu memenjarakan roh roh jahat dan yang ketiga adalah terkait persoalan ruh yang diluar jangkauan pikiran manusia.

Nabi saw tidak langsung menjawab, melainkan harus menunggu wahyu untuk dapat menjawab 3 pertanyaan bani Israil itu. Diceritakan itu hingga berlangsung 15 malam nabi saw menunggu untuk mendapatkan wahyu berisi jawaban atas 3 pertanyaan bani israil itu .

Terkait pertanyaan soal ruh, Bani Israil bertanya kepada Muhammad saw mengenai sedikitnya pengetahuan yang diberikan Allah kepada manusia, khususnya mengenai ruh. Bani Israel protes kalau ilmunya sedikit terkait dengan Taurat sebagai sebuah kitab yang menjelaskan segala sesuatu terkait semua ilmu sebagaimana dinyatakan dalam Al Quran.

Firman Allah :  Kemudian Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka.(Al Anam: 154)

Nabi saw menjawab : Dalam pengetahuan Allah, Taurat hanyalah sekelumit, namun itu cukuplah bagi kalian, jika kalian benar-benar mengamalkannya. Kemudian turun wahyu yang menjelaskan luasnya Ilmu Allah sebagai berikut :

Firman Allah : Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Luqman : 27)

Namun demikian jawaban nabi saw terhadap 3 pertanyaan itu, Bani Israil tetap tidak mengakui muhammad sebagai nabi, kendati jawaban sudah diberikan melalui wahyuNya dan sudah melampaui apa yang mereka harapkan. Namun demikian turunnya wahyu berisi jawaban 3 pertanyaan itu  telah menambah keyakinan pengikutnya nabi saw dan banyaknya pihak pihak lain untuk masuk Islam.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s