Mahabbah, arti, faedah dan keutamaannya

mahabbah3

Athiullah wa athiur rasula artinya taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasulnya, maka siapa yang hanya taat kepada Allah dan tidak taat pada rasul Allah, maka tidak diterima. Begitupula sebaliknya hanya taat kepada Rasul tetapi tidak pada Allah, juga tidak diterima.

Ketaatan sangat erat kaitan dengan kecintaan. Karena perwujudan orang mencintai Allah pasti akan suka cita dan taat menjalankan segala perintah dan laranganNya. Tanpa diperintahpun dirinya akan ikhlash untuk  banyak berdzikir menyebut asmaNya. Sebagai ganjarannya Allah akan selalu mengingatnya mengampuni dosanya dan memasukkannya ke surga bersama para nabi dan wali serta diberi kemudahan memandang keindahan dzatnya. Begitu juga dengan orang yang mencintai rasul saw dengan bershalawat dan berwasilah kepadanya, maka ganjarannya adalah datangnya syafaat dan dengan itu dapat mengantarkannya ke syurga.

Cinta Allah juga menjadikan diri tidak mudah  terpedaya dengan tipuan dan hiasan dunia. Perwujudannya orang itu tidak akan mendewakan dunianya dan akan menjadikannya hanya sebagai alat / sarana untuk memperkuat ibadahnya. Perumpamaannya selembar surat dan saputangan dari seorang kekasih tidak seberapa berarti dibanding dengan sipemilik surat dan saputangan itu sendiri. Karena itu mencintai pemilik dan pemberi hiasan jauh lebih berharga dan abadi dibanding hanya sekedar hiasannya seperti surat dan saputangan itu tadi.

Lalu siapa pemilik surat dan saputangan tadi?. Ibarat ini mengacu pada pemilik yaitu Allah swt sebagai perwujudan asmaNya yang maha memiliki (Al malik) dan maha memberi (Alwahab).

Namun sikap tidak mencintai dunia dalam rangka untuk lebih cinta pada Allah, sering diperolok-olok orang kafir. Orang kafir pencinta dunia akan berkata sinis, bahwa yang diperbuat orang dengan tidak cinta dunia itu adalah hanya pelarian karena tidak ada kemampuan bersaing dengan dirinya. Orang kafir melihat orang yang cinta Allah hanya menghabiskan waktu dan terus mencari impian kosong untuk mendapatkan cintanya Allah.

Sayangnya mereka (kafir) tidak mengetahui nikmat dan keutamaan dibalik cinta pada Allah. Bilamana Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan nyatakan dan sampaikan hal itu kepada para malaikatnya dan hambanya akan dikasihi dengan karunia Allah yang besar melebih yang didapat orang kafir dengan usahanya itu.

Sabda Nabi saw: Apabila Allah mencintai seorang hamba, Allah berkata kepada jibril : Hai Jibril kasihilah dia (hamba). Lalu Jibril mengasihi hamba tersebut. Kemudian Jibril berseru kepada penduduk langit: “Hai penduduk langit sesungguhnya Allah telah menyatakan cintanya kepada si fulan, sebab itu sayangilah si fulan itu. Lalu penduduk langitpun mencintainya. Kemudian Allah meletakkan ridhoNya untuk kekasihnya itu di muka bumi(Alhadis)

Firman Allah : Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (ali Imran : 31)

Karena itulah pupuklah kecintaan kepada Allah dan Nabi. Perbuatan kearah itu membutuhkan proses, mencari ilmunya dalam Al Quran dan Sunnahnya dan mengamalkannya secara bertahap walau sedikit. Prinsipnya secuil apapun rasa cinta pada Allah adalah ditujukan hanya pada Allah dan terjadinya juga karena Allah. Dan dari Allahlah karunia (cinta) yang paling agung dan mulia itu berasal.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s