Al Quran yang menjadi laknat

al-quran1

Jangan terlalu cepat menilai tulisan ini bermaksud merendahkan Al Quran, namun sebaliknya adalah  untuk memuliakan Al Quran sebagai Kalam Allah agar isinya tidak mudah dipermainkan.

Keprihatinan juga muncul ditengah makin banyak perbuatan orang yang justru mengerti al Quran, namun lebih banyak menukarkan dan memperjualbelikan ayat-ayatNya dengan harga yang rendah.

Ketetapan Allah adalah jelas, bahwa ketaatan yang berbungkus dengan tidak karena Allah seperti  riya’, ujub atau hal lain  akan membuat murka Allah atau malah menjadi laknat. Sebagai contoh, shalat yang dilakukan dengan lalai akan mendorong seseorang memasuki neraka wail. Lalu Bismilah yang digunakan untuk mengawali maksiat, tidaklah dapat menolong dirinya, malahan itu akan mempercepat seseorang ke neraka.

Begitu juga dalam membaca Al Quran. Membaca Al Quran yang bagaimanakah yang menjadikan laknat bagi dirinya?. Dalam kitab Mau’idzatul Mukminin, Imam Gazali menyatakan bahwa laknat diberikan kepada orang yang membaca namun tidak mengamalkan kandungannya. Allah mencela orang-orang yang membaca tetapi lalai dan lengah untuk melaksanakan isi al Quran.

Sabda Nabi : Tidak disebut beriman kepada Al Quran barangsiapa yang menghalalkan apa-apa yang diharamkan oleh Al Quran itu. 

Sabda nabi saw lainnya : bacalah Al Quran selama ia dapat mencegahmu dari perbuatan jahat, apabila ia tidak dapat mencegahmu dari perbuatan itu, maka belum berartilah engkau dalam membaca al Quran itu,

Anas berkata: Banyak sekali orang membaca Al Quran itu namun Al Quran melaknati padanya. Berikutnya Ibnu Mas’ud berkata: Al Quran diturunkan untuk diamalkan isinya sesungguhnya ada diantara kamu semua itu orang yang membaca Al quran dari permulaan hingga penghabisannya tidak sehurufpun ditinggalkannya (tiada berbekas)  tetapi mengabaikan untuk mengamalkan kandungannya.

Sebagian ulama menyatakan ada orang yang membaca Al Quran tetapi ia melaknati dirinya sendiri namun tidaklah ia mengetahui dan merasa demikian itu. Ia mengucapkan: “Ingatlah bahwa laknat itu diberikan pada orang yang zalim, tetapi ia sendiri adalah orang yang zalim.

Begitu ia berkata: “Ingatlah bahwa laknat itu diberikan atas orang orang pendusta”, padahal ia sendiri adalah pendusta. Terhadap orang seperti ini Allah sangat membencinya sebagaimana seseorang berkata mengajak kebaikan mengatasnamakan Al Quran namun ia sendiri melanggarnya.

Al Quran bukanlah sebagai laknat melainkan sebagai petunjuk dan obat penawar bagi orang beriman. Namun sebaliknya bagi orang yang tiada beriman.

Firman Allah : Katakanlah: Al Quran ini adalah petunjuk dan obat penawar bagi orang-orang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka (Al Fushilat : 44)

Wallahu ‘alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s