Tata cara membaca Al Quran secara lahir

group-reading-of-quran2

Imam Gazali menyampaikan beberapa tatacara / adab dalam membaca al Quran secara lahir sebagai berikut:

  1. Berwudhu dan membacanya posisi dapat berdiri, duduk dan berbaring sesuai  firmanNya: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi…(Ali Imran 191).  Posisi berdiri membaca al Quran itulah yang dikenal dengan membaca al Quran dalam posisi shalat.
  2. Kadar / jumlah bacaan, lebih banyak adalah lebih baik
  3. Tartil dan tidak tergesa-gesa membacanya agar mudah direnungkan dan difikirkan maknanya
  4. Menangis, namun demikian hal ini sunah saja, terutama bila menjumpai ayat yang berupa ancaman terkait dosa yang dilakukan.
  5. Menjaga hak-hak dari ayat yang dibacanya. Bila membaca ayat sujud sebaiknya bersujud, bila melewati ayat tasbih sebaiknya membaca tasbih dan takbir, bila membaca ayat yang berisi pengampunan hendaknya berdoa dan istighfar dan bila membaca ayat yang menakutkan hendaknya memohon perlindungan
  6. Membaca Taawudz, membaca Audzubillahi minasyaitonirrojim memohon perlindungan dari godaan setan, walaupun kita tahu setan atau kebatilan tidak dapat memasuki al Quran baik dari depan atau belakangnyaakan lari dari orang yang membaca alQuran.
  7. Membaca dengan suara perlahan, jikalau sanggup untuk tidak menjadi riya atau pamer maka dapat dikeraskan.
  8. Memperbagus bacaan Al Quran dengan mempelajari tajwidnya.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s