Makna ketidakberdayaan manusia pada awalin dan akhirin

birth-injury

Allah memberikan peristiwa atau kejadian sebagai bacaan atas ayat-ayatNya bagi orang yang mau mengambil pelajaran. Peristiwa dahsyat terjadi pada awalin dan akhirin kejadian manusia tidak dipungkiri memberikan pelajaran yang sangat berharga.

Inti pelajaran ketidakberdayaan seorang manusia pada peristiwa awalin adalah dengan melihat peristiwa kelahirannya dan juga kematiannya. Bayi lahir telanjang, polos,  tidak membawa apa-apa, tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menangis. Sang bayi juga memiliki kesederhanaan nafsu dan kesahajaan keinginan, belum ada ambisi uang atau apapun  seperti yang manusia dewasa pikirkan. Bayi juga tidak bisa sombong karena tiada kemampuan untuk bertindak sombong dan lagi tidak ada yang harus disombongkan.

Pelajaran dari hal itu bahwa manusia lahir tidak membawa apa-apa, pulang juga nantinya tidak membawa apa-apa kecuali amal perbuatannya selama ia hidup. Dengan memahami peristiwa awalin dan akhirin itu lantas buat apa manusia itu sombong? apalagi terhadap hal-hal yang sudah diraihnya seperti harta, jabatan, kekuasaan, Manusia demikian harusnya menyadari bahwa semua itu asalnya tidak ada kemudian Allah pulalah yang mengadakan.

Di pihak lain mengapa pula manusia merasa rendah diri? Semua orang yang dilahirkan pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya dan masing-masing dikarunia kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hidup miskin dan kaya tidaklah menjadi masalah, toh mati juga tidak mengharuskan orang harus kaya.

Karena itu semuanya adalah  milik Allah dan yang perlu dilakukan adalah berterima kasih pada Allah karena dibanding kekurangan, faktanya masih lebih banyak kasih sayang Allah yang manusia sendiri sukar menghitungnya. Dengan kata lain kasih sayangNya mengalahkan murkaNya.

Ketidak berdayaan atas awalin dan akhirin manusia juga mengajarkan bahwa menjadi sangat tidak pantas kemudian bila manusia membalas semua kenikmatan yang diberikan Allah itu dengan melakukan perbuatan yang menentang ajaran dan perintahNya dan mendustakan kasih sayangNya atas nikmat yang diberikannya itu.

Firman Allah : (Tuhan) Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan al Quran. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara.(Arrahman 1-4)

Itulah surat Arrahman yang memberikan limpahan kasih sayang dan nikmatNya  agar manusia yang sudah diberikan kemampuan oleh Allah berupa kekayaan, kekuasaan, kepandaian dan ilmu tidak menjadi sombong dan berkelit atau mendustakan nikmat yang sudah diberikan Allah kepadaNya. Ayat-ayat agar tidak mendustakan nikmatNya itu dibacakan secara berulang-ulang dalam surat tersebut dengan 

FirmanNya: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s