Kisah ketaatan Hasyim Asy’ari muda kepada gurunya

Wardi Wijaya - KH Hasyim Ashari

Pada suatu hari Kyai Kholil Bangkalan sedang berada didalam pondok, kala itu hujan sangat derasnya. Kyai Kholil melihat di kejauhan tampak seorang tua, lumpuh berusaha mendekati pondoknya dan  nampaknya ingin menemui dirinya. Suatu hal yang biasa bila kyai Kholil banyak dikunjungi tamu setiap harinya.

Melihat itu berkatalah kyai Kholil kepada santri-santrinya: “Wahai santri-santriku adakah diantara kalian yang mau menuntun membawa tamu diluar itu menemuiku?”. Dengan cepat seorang pemuda menjawab: “Biar saya saja Kyai”. jawab santri muda itu dengan takzim.

“Baiklah cepat kamu bawa orang itu kemari”: kata kyai Kholil dengan gembira. Santri muda itu dengan patuh langsung keluar menemui orang tua itu dan ia sendiri tidak tahu siapa. Karena sudah tua dan lemah, santri muda itu tidak tega menuntunnya dan kemudian menggendong orang tua itu menerobos hujan agar cepat menemui Kyai. Susah payah tamu itu digendongnya, tetapi demi perintah kyai hal itu dijalaninya tanpa rasa malas dan dongkol tampak diwajah santri muda itu.

Kyai Kholil lantas menemui orang tua itu. Entah apa yang dibicarakan, namun keduanya tampak sangat akrab seperti teman lama. Selang tidak berapa lama percakapan mereka usai. Kyai Kholil datang dan bertanya lagi : “Wahai santriku adakah diantara kalian yang mau membantu orang tua ini kembali pulang?”. “Biar saya saja Kyai”, jawab santri muda itu kembali. Santri muda itu lantas membawa orang tua itu dengan sabar keluar dari pondok itu.

Setelah santri muda itu keluar dari pondok, berkatalah Kyai Kholil kepada santri-santri lainnya: “Wahai santri-santriku saksikanlah bahwa ilmuku telah dibawa santri muda itu yaitu yang menggendong orang tua renta tadi”.

Dan tahukah anda siapakah orang tua yang digendong dan siapakah santri muda tadi?. Ternyata yang digendong itu adalah nabi Khidir as dan santri muda itu adalah Hasyim Asy’ari dari jombang. Benarlah apa yang dikatakan kyai Kholil beberapa tahun kemudian beliaulah yang menyempatkan diri belajar pada santrinya yang satu ini. (Diambil dari buku kebiasaan inspiratif KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s