Panduan hidup mudah, mulia, dan enak

86arsitektur-islam

Ada ungkapan hidup enak yang cukup menggelikan seperti ini “kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya dan matipun masuk surga”. Nyatanya hidup tidak seperti yang diimpikan demikian, tetapi hidup ini adalah apa yang dijalani. Dalam hidup ini dikenal yang namanya kausalitas dalam muamalat yang sangat erat terkait. Kemudahan dan kebaikan serta kemuliaan yang kita dapat semuanya berpulang pada kemampuan diri menegakkan ahlaqul karimah kepada orang lain.

Beberapa panduan dibawah ini adalah sebagai berikut:

  • Mudahkanlah urusan orang lain niscaya hidupmu akan menjadi mudah. AA Gym menyatakan bahwa agar diri selalu membiasakan mempermudah urusan orang lain sepanjang kemudahan itu menjadi kebaikan baginya, karena siapapun suka akan kemudahan dalam segala urusannya.
  • Hormati dan hargailah orang lain niscaya dirimu akan dihargai dan dihormati orang lain. Keengganan menghormati orang lain adalah bentuk egoisme. Seringkali kita egois dan menjadi dengki melihat orang lain, hanya mau mengakui kelebihan diri saja,namun enggan menerima kelebihan orang lain padahal hal itu bisa jadi memang Allah menjadikan orang lain itu sebagai kebaikan baginya.
  • Janganlah diri terlalu hitung-hitung atau perhitungan kalau tidak mau diri diperhitungkan Allah kelak. Karena itu berbagilah, karena terbukti memberi kepada sesama lebih membahagiakan.
  • Sayangilah orang lain dan semua makhluknya niscaya Allah akan melimpahkan kasih sayang kepada dirimu
  • Dari semua itu, bila diri ingin hidup enak, maka janganlah seenaknya. Karena sesungguhnya hidup itu dibatasi dengan aturan main.  Aturan main dalam Islam sudah tentu Al Quran dan Assunah.

Dasar semua ini adalah bersumber pada sabda Nabi saw: Barang siapa menghibur satu kesedihan dari kesedihan saudaranya, maka Allah akan menghibur satu kesedihan dari kesedihannya di hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan orang terhadap kesulitan, maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya dunia akhirat.

Barang siapa menutup aib saudaranya sesama muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia akhirat. Dan Allah akan selalu memberi pertolongan kepada seorang hamba, sepanjang hambanya ia mau menolong kepada saudaranya. Barang siapa menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memberikan jalan kemudahan baginya menuju surga (HR Bukhari)

KH Ahmad Dahlan juga menyampaikan nasehat untuk tidak seenaknya terkait sifat lengan dan lalai yang ada dalam diri. Beliau menyampaikan agar diri dapat mencapai kemulian dan enak, maka janganlah seenaknya lagi di dunia dan lebih-lebih jangan seenaknya untuk akherat. Seenaknya didunia dan diakhirat hanya mengantarkan diri kepada kesengsaraan di dunia dan tidak selamat di akhirat.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s