Persaingan akal dan hawa nafsu dalam diri

Akal-dan-Nafsu

Dalam mengikuti atau mencari ridha Allah dan menjauhi murka Allah, penting sekali memahami posisi akal dan hawa nafsu dalam diri.

Keduanya senantiasa bersaing untuk menjadi pemimpin dan tawanan diantara mereka. Kuncinya diri yang selalu dipimpin akal akan bahagia dan sebaliknya bila diri dipimpin hawa nafsu akan celaka.

Sheikh Nawawi al Bantani menyatakan bahwa ada 2 cara untuk menyempurnakan akal yaitu pertama, mengikuti perkara yang menjadikan  ridha Allah Swt dan yang kedua, menjauhi perkara yang menjadikan murka Allah.Sheik Nawawi memberikan 2 nasehat ini sebagai berikut:

  • Berbahagialah orang yang sanggup menjadikan akalnya sebagai pemimpin bagi dirinya dan menjadikan hawa nafsunya sebagai tawanan
  • Celakalah orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai pemimpin bagi dirinya dan menjadikan akal sebagai tawanannya

Seseorang akan mendapatkan kebaikan melimpah jika ia mampu melawan hawa nafsunya dari gejolak atau keinginan untuk melakukan hal yang tidak sesuai dengan tuntunan syariah.

Sebaliknya seseorang akan celaka jika dia membiarkan dirinya untuk mengikuti hawa nafsunya melampiaskan kehendaknya sehingga lupa mensyukuri nikmat Allah dan memikirkan keagunganNya.

Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s