Makna bakti kepada ibu lebih besar dari Ayah

ibu

Rasanya tidak ada yang mengingkari bahwa jasa seorang ibu kepada anak itu jauh lebih besar daripada ayah dalam hal susah payahnya ibu saat mengandungnya 9 bulan, melahirkan kemudian memelihara, membesarkan  dan mendidik anaknya.

Wajar bila kemudian kedekataannya lebih ke ibu dibanding ayah. Cinta dan keikhlasan ibulah yang menyebabkan seorang ibu telaten dan tiada penat mengurus buah hatinya sebagaimana Firman Allah sebagai berikut:

Firman Allah :Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (Al Ahkaf : 15)

Dalam ayat tersebut disebutkan susah payahnya seorang ibu merawat anak hingga 30 bulan (hitungannya adalah mulai mengandung hingga bayi disapih).  Begitu juga hadist nabi yang memberikan apresiasi lebih kepada Ibu dibanding ayah dengan menyebut ibu 3 kali kemudian ayah 1 kali sudah sangatlah tepat.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik?

Rasulullah saw menjawab:Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu. (HR Muslim)

Beberapa ulama menyatakan bahwa penyebutan 3 kali ibu dibanding ayah sebenarnya adalah menunjukkan kondisi atau keadaan yang lebih besar atau lebih banyak. Namun demikian saya pernah mendapatkan pencerahan dari seseorang ulama, bahwa makna 3 kali itu adalah terkait hutang kita kepada ibu bapak.

Dalilnya memang lemah perihal hal ini.  Namun terlepas dari itu semua, penjelasan ini telah mampu menyadarkan diri bahwa betapa besar hutang diri kpd  orang tua. Lalu apa hutang seorang anak kepada orang tuanya?

Hutang seorang anak kepada orang tua sudah tentulah banyak, namun coba lihat pada satu aspek saja yaitu pada penciptaan manusia melalui proses awalin yang terjadi, mulai dari pembuahan, janin hingga memasuki masa bayi. Hutang anak kepada orang tua dalam peristiwa itu adalah:

Dari ibu ada 3 hal yaitu berupa:

  • Sel telur,
  • Plasenta tempat mengalirnya saripati makanan kepada bayi waktu dalam kandungan dan
  • Air susu ibu

Sementara dari ayah  kontribusinya hanya satu yaitu sperma.

3 hal yang bersumber dari ibu dan 1 hal dari ayah itu, rasanya hingga kini belum ada manusia yang dapat membuat atau menirunya dengan menampilkan teknologi canggih ciptaannya sekalipun.  Itulah tanda atau isyarat  mengapa ibu di sebut 3 kali dan ayah hanya 1 kali.

Menjadi sangat jelas bila seorang anak berhutang kepada mereka, menjadi tidak mungkin dibayarnya, sekalipun dia menghajikan orang tuanya setiap bulan atau mengumrahkan mereka setiap hari.

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma melihat seorang menggendong ibunya untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja ‘Si Ibu’ menginginkan, orang tersebut bertanya kepada, “Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Belum, setetespun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu” [HR Bukhari)

Dengan demikian miris rasanya ada seorang anak mengungkit hutang ataupun meminta dari orang tuanya. Melihat hutang yang tidak mungkin terbayar itu, rasanya sudah seharusnya seorang anak untuk merelakan apapun yang diambil orang tua dan memaafkan mereka selalu dan kemudian mendoakan mereka bila sudah meninggal.

Wallahu a’lam

(Terinspirasi dari Islam itu Indah Trans TV)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s