Alasan orang Zalim dibiarkan Allah

iktibar-dari-kisah-firaun

Memang sudah kodratnya kalau manusia itu suka sekali membanding-bandingkan dengan orang lain. Orang Zalim yang tiada shalat dan menjalankan perintah agama terlihat hidupnya enak, sementara  orang beriman malah sebaliknya.

Hal ini bila tidak disadari penuh dapat mengundang diri untuk mempertanyakan keadilan Tuhan dan menanyakan mengapa hal ini dapat terjadi. Dalam hal ini apakah orang zalim itu luput dari perhatianNya dan apakah memang tidak ada sangsinya sama sekali buat mereka berbuat demikian?.

Melihat kenyataan demikian baiknya diri meyakini bahwa ada ilmu Allah dibalik penciptaan orang zalim dilingkungan kita. Itu dapat menjadi cermin yang wujudnya syukur bahwa diri tidak ikutan berbuat zalim atau sebagai cobaan yang menjadikan diri goyah dan lantas mengendurkan semangat ibadah hinga berkata: buat apa beribadah?.

Bila begitu janganlah, justru itu menjadi tantangannya. Walau kondisi diri tidak sebaik mereka, yakinlah Allah telah menyelamatkan diri tidak diserupakan dengan mereka dan masih memberi kekuatan diri untuk terus beribadah kepadaNya.

Perhatikan secara jelas dan seksama orang zalim itu, tentu bukan dengan pandangan kedengkian karena kelebihan materi mereka, apakah sejujurnya mereka bahagia dan tenang dengan harta yang didapatnya itu, lantas bagaimana kehidupan keluarganya. perhatikanlah itu lamat-lamat.

Ternyata ketenangan dan kebahagian hanya muncul dipermukaan, namun didalamnya hati mereka sudah tentu gersang. Manifestasinya terlihat dengan  tiada henti mereka mengejar kedudukan, kekayaan dan kelezatan hidup. Apa yang sudah didapat walau melimpah, masih terus dianggap kurang.

Beda dengan orang yang dikarunia iman, walau yang  diberikan Allah bukan melulu perkara materi, namun itu sudah menenangkan dan menentramkan hati karena diterimanya dengan rasa syukur atas apa yang didapatnya.

Dengan demikian tidak perlu kuatir dengan orang zalim yang malah mendapatkan apa apa yang mereka inginkan di dunia. Dalam istilah jawa mereka di “lulu” artinya mereka sudah dibiarkan Allah, sementara orang beriman sebaliknya sedikit saja dapat rezeki sudah diingatkan.

Bila dipahami sebenarnya itu wujud perhatian dan kasih sayang Allah kepada yang beriman, kuatir hambaNya lupa dengan rezeki itu. Surat Ibrahim : 42, menjelaskan perihal alasan Allah hanyalah menunda kepada orang zalim itu (1)

Dalam beberapa kenyataan, orang-orang zalim suka melupakan segala apa yang diperbuatnya. Tidak berarti hal tersebut dilupakan oleh Allah. (2) Allah tidak akan pernah melupakannya. Sekalipun perbuatan itu kecil dan halus, Allah pasti mengetahui atas segala sesuatu yang terjadi baik dilangit maupun dibumi.

Jika tiba waktunya yang dijanjikan Allah maka segala harta kekayaannya tidak dapat dijadikan penebus untuk membebaskan dirinya dari siksanya yang pedih yang telah disiapkan Allah.

Lalu apa dasarnya orang yang sudah zalim dan ingkar kepada Allah masih diberikan rezeki, kesehatan, tidak ditampakkan dosanya  dan tidak disegerakan sangsi kepadanya. Dalam kitab Nashaihul Ibad, Saad bin Hilal berkata: Apabila seorang hamba berbuat dosa, Allah akan tetap memberinya 4 anugerah kepadanya:

  1. Dia tidak terhalang untuk mendapatkan rezeki
  2. Dia tidak terhalang untuk mendapatkan kesehatan
  3. Allah tidak akan menampakkan dosanya semasa hidup didunia
  4. Allah tidak menyegerakan hukumannnya di dunia.

Dari ayat Allah dan perkataan Saad bin Hilal itu, menjadi  jelas bahwa Allah tidak akan luput perhatiannya dengan orang Zalim itu dan yang dilakukan Allah adalah hanya menangguhkan atas mereka. Terhadap rahmatNya  yang tetap diberikan kepada manusia yang jelas-jelas ingkar, menunjukkan kesabaran Allah atas semua ciptaanNya.

Dengan demikian tidaklah usah irilah dengan mereka karena Allah hanya menangguhkan mereka sampai akhirnya mata mereka terbelalak mendapatkan siksaNya kelak.

Wallahu ‘alam bis showab

  1. Firman Allah: Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,  (Ibrahim :42)
  2. Firman Allah : Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan. (Al Anam : 120)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s