Biasakan cium tangan orang tua kala izin keluar rumah

cium tangan ibu3

Rasanya sudah semakin jarang seorang anak izin keluar rumah dengan mencium tangan orang tuanya. Orang tuapun kalau ditanya maklum bila anaknya tidak melakukan itu sepanjang sang anak memberitahukan dirinya dengan cara sekarang telepon, sms, bbm atau menggunakan meda sosial lainnya.

Bagi sebagian besar anak, budaya izin keluar dengan cium tangan orang tua itu ribet dan tidak praktis dan baiknya cium tangan itu dilakukan hanya pada pristiwa besar dikala hari besar untuk meminta maaf atau dikala pernikahan dalam rangka meminta restunya. Padahal bila dibiasakan, izin keluar walaupun dekat sekalipun dilakukan dengan cium tangan juga tiada salah,  dan orang tua pasti senang dan tiada kuatir dimana keberadaan kita.

Tetapi jujur saya sendiri baru dapat melakukan itu dikala menginjak masa kuliah, agak telat memang. Itupun atas desakan guru ngaji saya yang menyatakan amalkanlah itu pasti akan banyak manfaatnya. Awal melakukannya, karena tidak dibiasakan sejak kecil hal itu menjadi hal aneh dan  sangat sulit sekali. Lalu bisa dibayangkan pula bagaimana reaksi orang tua dikala kita ujug-ujug melakukan itu, menjadi aneh juga bukan?

Alhamdulillah akhirnya hal itu menjadi terbiasa dan saya menyaksikan sendiri kemudahan yang selalu saya raih dalam hal sekolah, karir dan bahkan jodoh. Anak-anak sayapun saya biasakan untuk melakukan ini dikala hendak keluar rumah. Korelasinya menjadi sangat jelas bahwa kemudahan segala urusan adalah bersumber dari ridho orang tua. Hal ini sesuai hadis nabi saw: “Ridha Allah adalah ridho orang tua, murkanya Allah adalah murka orang tua”. (HR Tirmidzi dan Hakim)

Jadi menghormati orang tua dengan cara sepele seperti izin keluar dengan cium tangan adalah bentuk hormat anak kepada orang tua. Lebih jauh cara ini akan mengokohkan kerukunan rumah tangga menuju keluarga yang diridhoi Allah. Dengan demikian masih beranikah diri sebagai seorang anak mengabaikan hal ini dan menganggapnya sebagai hal sepele?

Amalan ini dipraktekkan oleh ulama besar KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari, dilakukan sejak kecil hingga mereka menjadi Kyai, kebiasaan cium tangan kepada orang tua tetap dilakukan. Mungkin bagi anak yang berasal dari pesantren bukanlah hal yang susah. Karena kepada Kyai yang tidak memiliki hubungan darahpun mereka hormati dengan cium tangan, apalagi kepada orang tua yang jelas-jelas melahirkan dan membesarkannya.

AA gym menyatakan bahwa menghormati orang tua bukanlah dilihat pada besarnya kemampuan anak memberikan materi kepada orang tuanya. Memang hal itu baik, namun jangan disalah artikan bahwa dengan memberikan harta berlimpah, orang tua akan senang. Sebenarnya yang diharapkan orang tua adalah anak berprilaku dan berahlaq baik yang tulus menghormati kebaradaannya.

Ahlaq anak serupa ini akan menjadi harta termahal bagi orang tua, karena doa anak demikian akan ijabah (dikabulkan Allah) dan menjadi penolong kelak yang mampu meringankan dosa orang tuanya dikala tiada. Dalam hadis disebutkan bahwa amalam manusia itu kan terputus kecuali 3 hal yaitu ilmu yang diamalkan, amal jariah atau sedekah dan doanya anak yang shaleh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s