kehilangan

arti kehilangan

letterK_carta_12665 KKehilangan biasanya mengacu pada hilangnya benda berupa uang, harta atau sesuatu yang disayangi. Kehilangan juga dapat berupa orang yang dikasihi, baik orang tua, sanak saudara atau pasangan hidup kita. Kehilangan itu semua membawa kesedihan dan cenderung menyakitkan.

Disamping itu bila kehilangan tiap orang reaksinya berbeda-beda, kebanyakan adalah tidak terima dan berusaha dan penasaran untuk segera menemukannya kembali. Sebaiknya bila kehilangan bagusnya mengucap Innalillahi wa inna Ilaihi Rajiun.

Dengan mengucap kalimat ini saat kehilangan saya suka diledek kayak berucap ada kematian saja. Tetapi memang benar dari segi maknanya yaitu Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali. 

Cara mengatasinya

1. Berucap  kalimat Allah Inna Lillahi wa inna ilaihi Rojiun. 

Dengan mengucap kalimat Allah itu, Kita mengakui tiada yang kita punya, mata, tangan, kaki dan harta memang bukan milik kita, termasuk anak bukan milik kita, kesadaran bahwa tidak ada yang kita miliki dan sesuatu pasti akan  kembali kepada pemiliknya.

Allah SWT berfirman dalam al-Quran,

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.  (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.” (QS. Al-Baqarah: 155-156).

2. Mengingat-ingat waktu dan bagaimana kejadiannya

Setelah melalui tahapan pertama, bolehlah kemudian mengingat-ingat kejadian dan telusuri kemana barang / harta yang hilang itu. Langkah itu paling tidak dapat mengurangi sifat diri yang selalu bereaksi berlebihan dan berkeluh kesah bila kehilangan sesuatu.(1)

Bila seseorang kehilangan sesuatu lantas mengeluhkannya sesungguhnya ia kehilangan 2 hal secara langsung yaitu pertama, kerugian sebab kehilangan barang yang boleh jadi sangat dicintainya, kedua kerugian karena hilangnya kerelaan atau keridhoan atas benda yang hilang tadi.

3. Kalau sudah milik tidak akan kemana

Ungkapan ini kerap disampaikan orang bahwa dalam hal diri kehilangan sesuatu selalu berucap ” Kalau sudah milik tidak akan kemana”.

Ucapan ini benar adanya dan hendaknya dapat menjadikannya sebagai  bentuk keyakinan diri bahwa segala sesuatunya berlaku ketentuan Allah. Setiap manusia sudah dijamin Allah terkait rezekinya. Kesadaran ini harus dipupuk didalam hati bahwa rezeki yang sudah milik tidak akan lari, walau dalam perjalanan diserobot orang sekalipun, dia akan kembali diri kita.

Sesuatu yang telah menjadi milik kita pastilah bakal didapat, dan bila bukan milik kita apalagi dengan merebut dari orang lain dan dengan cara yang tidak baik, ya tunggu saja apalagi jika Allah tidak ridho, itu akan hilang dan bentuk dan besaran yang diambil paksa oleh Allah sehingga sering menyakitkan.

4. Selalu ridho

Dalam hal ini Nabi saw menganjurkan agar kita selalu ridha atas apapun yang terjadi dalam kehidupan ini, supaya mutiara bisa kita dapatkan seiiring dengan kesabaran kita. Sebaiknya kita menjadikan kehilangan itu juga sebagai ketetapan Allah. Nabi saw juga menyatakan agar kita tidak mencintai sesuatu secara penuh dan membabi buta, sewajarnya saja sehingga bila kehilangan tidaklah begitu merana. (2)

5. Berupaya mencari pesan dibalik kehilangan

Dalam kehilangan daripada berkeluh kesah, lihatlah pesan dari kehilangan itu untuk introspeksi diri bahwa Allah selalu menginginkan miliknya itu digunakan dengan cara yang baik dan untuk keperluan yang baik.

Lalu sudahkan harta itu digunakan dengan baik dengan tidak melupakan haknya sebagian untuk dinafkahkan di jalan Allah?. Sebab penggunaan fasilitas dari sang Maha Pemberi pada jalan yang tidak dikehendaki akan menyebabkan dicabutnya rahmat dan kenikmatan yang sudah diperoleh.

6. Latihan sedekah  untuk mengurangi kecintaan akan harta

Jalan lain agar tidak sakit karena kehilangan adalah biasakanlah bersedekah dan berbuat kebaikan. Kenapa harus sedekah?. Karena dengan kebiasaan bersedekahlah kecintaan orang akan harta atau sifat kikir dapat dikurangi atau dileburkan. Dan tidak ada harta itu berkurang karena disedekahkan melainkan bertambah.

Amalan ini kan mempercepat proses penyembuhan dan peningkatan kualitas kehidupan dan penghidupan. Setelah itu lanjutkan dengan zikir lisan dan hati. Jadi terbuktikan ternyata kehilangan itu dapat menjadi anugerah karena diri tergerak untuk melakukan segala aneka amal kebaikan setelah orang diberi sakit karena kehilangan. Dan yang awalnya tertimpa kesulitan berkata Astaghfirullah atau Innalillahi kemudian setelah mendapatkan berbagai anugerah berkata Alhamdulillah.

Dalam hal ini menjadi jelaslah bahwa bila diri jujur dan  obyektif bahwa kehilangan harta atau musibah itu belumlah seberapa dibanding kelapangan lain yang lebih nikmat yaitu hilangnya rahmat dan keberkahan dari Allah kepada diri.

(Terinspirasi dari buku Kun Fayakun, KH Yusuf Mansyur)

Wallahu a’lam

  1. Firman Allah : Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, (Al Maarij : 19-21).
  2. Sabda Nabi: Cintailah segala sesuatu didunia dengan segenap dan sepenuh hati, niscaya suatu saat  itu pasti akan meninggalkanmu. Hadis ini berasal dari ucapan Malaikat Jibril kepada nabi saw : Hai Muhammad hiduplah semaumu, kelak pasti engkau mati, Cintailah siapa saja, tetapi engkau pasti berpisah dengannya dan berbuatlah semaumu, pasti engkau akan mendapatkan balasannya.
  3. Firman Allah : Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Ash-Sharh : 5-6)
Advertisements