Manfaat dari terbiasa berucap kalimat Allah

ALLAH

Saat ini seseorang yang selalu berucap kalimat Allah dalam segala keadaan, menjadi jarang terdengar.

Misalnya saat seseorang yang selalu  membaca Basmallah saat memulai pekerjaan, membaca Hamdalah saat mendapat sesuatu, mengucapkan  Innalillahi saat tertimpa musibah, mohon ampun / istighfar saat bersalah atau tekaget,  mengucapkan Hauqalah saat diri tiada daya dan sering sering mengucapkan kalimat thoyibah La Ilaha Illalah dan Muhamadararasulullah, mulai terlihat memudar berganti dengan ucapan lain yang lebih keren dan mengikuti zaman.

Kalaupun ditanya mengapa tidak menyebutkan itu, kebanyakan berkata lupa. Ada juga seseorang, ucapannya hanya sampai dan berhenti dihati, sangat halus sehingga nyaris tak terdengar, karena ada perasaan malu karena tidak mengikuti zaman itu tadi. Namun demikian hal itu tetaplah baik,  daripada sama sekali tidak berucap atau terlintaspun tidak akan hal itu.

Terbiasa akan ucapan Kalimat Allah diperoleh melalui proses

Membiasakan dalam mengucapkan kalimat Allah membutuhkan proses tidak terjadi begitu saja. Harus dibiasakan sejak kecil, sedikit demi sedikit sehingga menjadi kebiasaan yang melekat kuat dalam hati dan ucapan seiring dengan ibadah yang dilakukan.

Kalimat Allah terkait dengan yang dzat Allah yang maha suci, mudah atau tidaknya melekat dan  diamalkan sangat bergantung kepada kadar kesucian seseorang. Karena kalimat Allah itu dekat dengan hal yang suci, maka yang dapat bertemu yang suci adalah yang suci pula.

Namun demikian banyak juga kenyataan kalimat Allah diucapkan orang sembarangan bahkan dengan sangat fasih, namun demikian karena sebatas ucapan, maka bobot dan nuansanya akan berbeda, terutama saat mendengarnya. Padahal kalimat Allah yang terbiasa untuk diucapkan itu tidaklah boleh buat main-main, namun merupakan  investasi diri yang paling berharga.

Terbiasa mengucapkan kalimat Allah adalah investasi diri

Dimana investasinya?

Hidup ini adalah daya tahan (endurance), iman seseorang dapat turun dapat naik dan siapa yang konsisten (istiqomah) tetap dijalan Allah di akhir hayatnya tetap bersamaNya maka itulah akhir yang baik (Khusnul Khotimah).

Meninggal Khusnul Khotimah ditandai bila dirinya dapat mengucapkan “La Ilaha Illalah” dan Allah mengharamkan seseorang masuk neraka bila di kerongkongannya masih tertinggal ucapan La Ilaha Ilallah pada saat ajal seorang menjelang. (1)

Hadis ini yang menjadi dasar mengapa dianjurkan untuk menengok orang yang sakit dan sekarat dalam Islam (talkin), bukan saja untuk mendapatkan pelajaran bagi diri namun juga berkesempatan menolong saudaranya sesama Muslim bila kemungkinan kesulitan berucap kalimat Allah ini. Nabi saw menganjurkan agar sesama muslim dapat  menuntun / menalkin orang itu dengan ucapan La Ilaha Ilallah (2)

Teorinya kelihatannya gampang pasti diri bisa mengucapkannya, tetapi kenyataannya tidak semudah itu, banyak orang dikala sakit atau diberi cobaan berat kemudian berucap selain itu tanpa disadarinya.

Saya menyaksikan sendiri orang yang saya yakini kuat ibadahnya dikala sakit yang amat sangat ternyata harus dipandu untuk mengucapkan kalimat Allah kepadanya. Bisa dibayangkan akan bagaimana jadinya atau lupanya akan kalimat Allah bila seseorang mendapatkan sakit sakaratul maut yang menurut Nabi Idris As.sakitnya setara 1000 kali.

Kebiasaan berucap kalimat Allah membawa ketenangan diri

Mengucapkan kalimat Allah juga akan memberi ketenangan dan ketentraman, dan bila diucapkan berulangkali dalam setiap peristiwa itu, secara tidak disadari, maka itu sama halnya dengan berzikir, semakin banyak kalimat Allah terucap akan semakin baik. Dalam hadis Nabi saw disebutkan bahwa sebaik-baik zikir adalah La Ilaha Ilallah dan membaca hamdalah. (3)

Nabi saw juga mengajarkan Kalimat Allah yang ringan diucapkan namun berat timbangannya yaitu ucapan Subhanallah wa bihamdihi Subhanallah al Adziem. (4). Dan firman Allah yang mendasari bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenang ada  pada surat Ar Ra’du ayat 28. (5)

Ada manfaat lain dari kalimat Allah dan ini sangat praktis dan saya sudah mengamalkannya yaitu  tips untuk memilih teman termasuk jodoh agar mendapatkan orang yang baik atau shaleh dan shalehah melalui kebiasaan  berucap dengan kalimat Allah ini dengan cara mengagetkan orang itu misalnya.

Bila dikagetkan orang itu berucap  kalimat Allah misalnya “innalillahi” atau “astaghfirullah” ini tanda orang yang baik, jika sebaliknya orang itu berucap yang lain maka  pertimbangkanlah lagi untuk dijadikan teman apalagi jodoh. sederhana bukan?.

Wallahu ‘alam bisshowab

  1. Dari Mu`adz bin Jabal Ra, Rasulullah Saw bersabda : “Barang siapa ucapan terakhirnya : La ilaha illallah, maka dia masuk surga” (HR Abu Daud dan Hakim)
  2. Dari Abi Sa`id Al-Hudri Ra, Rasulullah Saw bersabda : “Bimbinglah orang mati kalian untuk mengucapkan La ilaha illallah” (HR Muslim).
  3. Sabda nabi Saw : “Sebaik-baiknya dzikir adalah La ilaha illallah dan sebaik-baiknya doa adalah Alhamdulillah” (HR Attirmidzi dan Ibnu Majjah)
  4. Sabda Nabi Saw : 2 kalimat yang ringan diucapkan lisan, tetapi berat di timbangan bahkan keduanya digemari Allah yang pemurah yaitu Suhanallah wa bihamdihi Subhanallah  al adziem (maha suci Allah dengan segala pujinya dan maha suci Allah yang agung) (HR Bukhari)
  5. Firman Allah : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar Ra’du 28)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s