Berkah dari ikhlas merawat orang tua

orang-tua

Uwais al Yamani bercerita: Dahulu ada seorang yang mengalami sakit keras. Ia memiliki 4 orang anak. Salah seorang diantara mereka berkata: “Adakah kalian yang sanggup merawat ayah sementara kalian tidak dijanjikan warisan sedikitpun? Atau biar aku yang menanggungnya, walaupun warisan tidak kudapatkan?.

Mendengar itu ke 3 saudaranya setuju dan sejak itu ayahnya dipelihara oleh anaknya itu hingga meninggal dunia. Ia konsisten tidak mengambil warisan sedikitpun dari ayahnya. Suatu malam ia bermimpi ada seseorang berkata kepadanya: “Datanglah ketempat fulan dan ambil uang 100 dirham, tetapi tidak ada keberkahan didalamnya?”.

Pagi harinya ia ceritakan mimpinya itu kepada istrinya dan si istri menyuruhnya untuk mengambilnya. Tetapi suaminya menolak. Malam berikutnya suami bermimpi yang sama: “Pergilah ketempat si fulan ambillah disana 10 dirham, tetapi tidak ada keberkahan didalamnya?”

Paginya ia berembug pada istrinya perihal mimpinya itu. Kali inipun ia menolaknya walaupun istrinya mendesak. Maka pada malam ketiga ia bermimpi kembali dan seseorang berkata: “Pergilah ke si Fulan dan ambillah 1 dinar disana dan ada berkah didalamnya?

Kali ini dirinya setuju dan pergilah ia menuju tempat si Fulan dan mengambil 1 dirham itu. Dengan uang itu ia membeli ikan dan segera  dibawa pulang kerumahnya. Sesampainya dirumah, saat ia membelah ikan, ternyata ditemukan dalam perut ikan itu sebuah mutiara yang sangat indah. Gembiralah kedua suami istri itu.

Kemudian ia tergerak untuk mempersembahkan ikan satunya lagi kepada raja dan ikan itu kemudian dipotong tampaklah mutiara yang sangat indah sama seperti yang didapatnya pada ikan pertama. Raja segera membayarnya dengan sangat tinggi. Namun kemudian raja berkata: “Mutiara ini pasti ada pasangannya dan menjadi tidak begitu indah bila tidak disandingkan dengan yang satunya?. Bawalah mutiara yang satunya kepadaku, pasti aku kan bayar mahal.

Maka segera dibawanya mutiara satunya itu dan indah sekali mutiara itu kala dipasangkan, raja lalu menepati janjinya, sehingga semakin banyak saja hartanya. Itulah keberkahan dari seorang anak yang ikhlas merawat ayahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s