Makna keutamaan dan keistimewaan masa kanak-kanak dalam Islam

peranan-pendidikan-islam-untuk-anak

Masa kanak-kanak, usia bayi hingga akil alik adalah masa istimewa. Masa istimewanya teletak bahwa seseorang sebelum akil balik, belum diperhitungkan amalnya dan karenanya belum dikenai dosa. Kewajiban amal ibadah yang disertai sangsi dan ganjaran bagi yang melaksanakan mulai diberikan kepada orang yang telah memasuki akil balik.

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah usia manusia diklasifikasikan menjadi 4 (empat) period, yaitu:

1. Kanak-kanak ( sejak lahir hingga akil baligh )
2. Muda atau syabab ( sejak akil baligh hingga 40 tahun )
3. Dewasa ( 40 tahun hingga 60 tahun )
4. Tua atau syaikhukhah ( 60 tahun hingga mati )

Namun demikian, jangan dilihat secara pragmatis dengan kemudian memberikan kewajiban ibadah baru setelah anak menginjak akil balik, itu sudah menjadi terlambat. Karena agama Islam ibadahnya ditegakkan dengan menggunakan proses, bertahap sedikit demi sedikit, tidak bisa sekaligus.

Dominasi Rohani yang lebih besar pada Anak anak

Pertumbuhan bayi menuju akil balik secara jasmani menunjukkan pertumbuhan yang mengagumkan, tumbuh dan tumbuh. Secara jasmani hal itu menyiratkan juga pertumbuhan dari segi rohaninya dalam artian meningkatkan kemampuan akal nya yang tercermin dari peningkatan pengetahuan dan ketrampilannya.

Firman Allah : Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.(An Nahl:78)

Seiring dengan pertumbuhan jasmani dengan akalnya itu tumbuhlah nafsu anak yaitu secara bertahap seorang anak mulai memiliki kemauan dan keinginan terhadap apa yang ada dilingkungannya. Bila ini tidak diimbangi orang tua dengan memberikan asupan rohani, maka dominasi rohani pada anak akan terancam dan berganti perlahan dengan dominasi nafsunya.

Pelajaran agama dan amalan yang ditanamkan sejak dini merekat kuat.

Karena itu dilihat dari dominasi rohani yang masih tinggi dan belum berkembangnya nafsu pada seorang anak, maka inilah kesempatan untuk memberikan lebih banyak pelajaran agama sejak dini kepada anak, daripada memberikan pelajaran terkait baca tulis dan berhitung pada usia dini.

Pelajaran agama yang diajarkan pada usia dini mulailah dari hal sederhana, bacaan pendek al quran juz amma, doa-doa, bacaan shalat dan prakteknya serta keteladanan orang tua baiknya dimulai sejak dini dilakukan.

Begitu pula sebaliknya bila seorang anak sudah beranjak dewasa belajar agama akan semakin sulit seiiring dengan peningkatan nafsunya dan menyusutnya dominasi rohaninya, dalam kondisi ini akan menjadi sebaliknya belajar ilmu lahir seperti baca tulis dan berhitung akan semakin mudah.

Pada masa anak-anak, otaknya cenderung masih segar dan apapun yang masuk, mudah diingatnya dan akan cepat terekam dengan baik. Ingat syair qasidah yang menyatakan bahwa belajar di waktu kecil bagaikan mengukir diatas batu, maksudnya adalah ingatan waktu kecil tiada mudah hilang, namun berbekas.

Ini syair lagu qasidah itu Belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu 2x Belajar sesudah dewasa, laksana mengukir di atas air 2 x Jangan sedih yatim piatu, tiada punya ayah dan ibu 2x Tapi sedihlah tak punya ilmu, jalan yang mana yang mana hendak dituju 2 x

Karenanya segala hafalan ayat-ayat dan bacaan doa mudah dihafal pada masa anak-anak. Dan ketika dewasa laksana mengukir diatas air, karena itu cobalah hal itu dilakukan pada saat dewasa, menghafal 3 ayat, walau itu pendek susahnya minta ampun.

Penuhi hak anak tidak saja  pengetahuan agama namun teladan orang tua

Karena itu bagi orang tua yang mengerti akan berusaha memanfaatkan potensi anak pada masa kecilnya itu untuk banyak memberikan pengetahuan agama. Sudah tepat saat ini banyak orang tua muslim pada usia pra sekolah anaknya dipercayakan kepada lembaga pendidikan muslim dan TPA serta pesantren.

Namun tanggung jawab pendidikan agama bukan lembaga pendidikan itu saja, tetapi orang tua juga bertanggung jawab dengan memberikan keteladanan yang baik kepada anaknya. Ahlaq dan prilaku yang baik adalah idaman orang tua.

Anak yang baik doanya mejadi ijabah (dikabulkan) oleh Allah begitupula seorang anak akan menjadi investasi orang tua kelak dalam artian, bila orang tua tiada maka yang akan terbuka bagi orang tua adalah doa anak yang shaleh.

Bagi anak yang memiliki orang tua tentu terjamin pendidikannya, tidak begitu halnya dengan anak yatim. Karena itu Islam memberikan perhatian yang besar dengan keberadaan anak yatim ini dalam kaitan mereka mendapatkan haknya itu. Barang siapa yang mau memelihara anak yatim, Tuhan memberikan pahala yang sangat besar di sisiNya, termasuk siksaNya juga bila menghardik atau menelantarkannya.

Perebutan aneka golongan terhadap keistimewaan anak

Terkait dengan keutamaan anak dimasa kecil ini, perebutan saat ini antar golongan baik seagama maupun diluar agama, untuk dapat mencetak pengikut yang loyal. Kader dengan mendidik sejak anak-anak diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang baik. Memang cara ini lambat, namun pasti dalam hal mendapatkan pengikut yang loyal.

Dalam kaitan ini perlu dicermati upaya yang dilakukan melalui adopsi anak yang gencar dilakukan terutama yang menjadi korban perang atau konflik. Ribuan anak diadopsi termasuk Muslim dari berbagai kawasan konflik untuk hidup di negara maju. Tindakan ini baik dalam menyelamatkan anak untuk mendapatkan masa depannya.

Namun demikian ada juga pihak yang memanfaatkan tujuan adopsi untuk penyebaran pengaruh dan faham agama. Caranya dengan menjadikan anak itu bila besar nanti, mampu mempengaruhi keluarga asalnya terkait kedudukan, pendidikan serta materi yang didapatnya di negara maju. Namun sekali lagi masalah agama tidak dapat dipaksakan karena menyangkut perkara hati.

Wallahu ‘alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s