Bagian akal dan nafsu pada laki-laki dan wanita

otak1

Dalam memahami segala sesuatu terkait ciptaan Allah, perlu dipahami bahwa semuanya yang diciptakan  membawa peran dan fungsinya masing-masing, tidak ada yang sia-sia diciptakan. Begitu juga penciptaan pada manusia yang berwujud laki-laki dan wanita.

Dari namanya saja berbeda, sudah tentu  membawa peran dan fungsinya berbeda. Akan menyalahi kodrat namanya, bila peran dan fungsinya tertukar. Namun demikian dalam hal agama dan urusan ibadah keduanya memiliki kedudukan yang sama.

Dalam penciptaan laki laki dan wanita, Allah mengaruniakan akal dan nafsu kepada laki-laki dan wanita masing-masing 10 bagian. Dari 10 bagian Akal itu, Allah mengaruniakan laki-laki lebih banyak akalnya dari wanita dengan 9 berbanding 1. Dan dari 10 bagian nafsu itu, Allah mengaruniakan  wanita nafsu yang lebih banyak dari laki-laki dengan 9 berbanding 1.

Karena itu menjadi cepat dipahami bila laki-laki lebih dapat menguasai nafsunya karena dominasi akalnya. Sebaliknya wanita lebih tidak dapat menguasai akalnya karena dominasi nafsunya. Hal itu dapat berlangsung bila laki-laki dan wanita mau memahami hikmah dibalik penciptaannya dan memahami  kapasitas dan kodrat keberadaannya masing-masing.

Namun yang terjadi kadang sebaliknya, bila kemudian banyak laki-laki terpedaya oleh nafsunya yang 1 bagian padahal diberikan akal yang banyak yaitu 9 bagian. Sedangkan ada juga wanita yang mampu mengendalikan nafsunya yang 9 bagian, padahal bagian akalnya sedikit yaitu hanya 1.

Dalam menjelaskan hal ini ada riwayat yang terjadi pada wanita shalehah yaitu Rabiatul Adawiyah.  Dikisahkan sepeninggal suaminya banyak kalangan ulama yang ingin memperistri Rabiatul Adawiyah diantaranya Hasan Basri. Rabiatul Adawiyah kemudian mengajukan 4 pertanyaan kepada semuanya dan yang dapat menjawab dirinya bersedia dijadikan istri.

Rabiatul Adawiyah kemudian menanyakan 4 hal itu kepada Hasan Basri, apakah dirinya nanti mati  membawa iman atau tidak?,  dapatkah dirinya menjawab pertanyaan munkar dan nakir,  apakah dirinya menerima catatan amal dengan tangan kiri atau kanan,  apakah dirinya masuk golongan surga apakah neraka?.

Ke 4 pertanyaan itu sama sekali tidak bisa dijawab Hasan Basri yang mengatakan bahwa itu hal gaib dan hanya Allah yang tahu. Mendengar hal itu lantas Rabiatul Adawiyah berkata: “Mengingat peliknya perkara itu, mana mungkin bila diriku dapat berpikir untuk berumah tangga kembali?”.

Kemudian Rabiatul Adawiyah bertanya kepada Hasan Basri: Berapa bagiankah Allah menjadikan Akal? Hasan Basri menjawab : 10 dengan rincian 9 bagian laki-laki dan 1 bagian wanita. Lalu Rabiatul adawiyah berkata: berapa bagian Allah menjadikan nafsu? . Jawab Hasan Basri : 10 juga dengan rincian 9 bagian untuk wanita dan 1 bagian laki-laki.

Kemudian Rabiatul Adawiyah berkata: “Ya Tuan Hasan Basri, Aku yang hanya memiliki 1 akal, aku nyatanya dapat mengendalikan diri dari gejolak nafsuku yang 9 bagian. Tetapi mengapa tuan yang memiliki 9 bagian akal, kenapa tuan malah tidak mampu mengekang 1 nafsu?” Maka menangislah Hasan Basri dan mohon diri keluar dari rumah Rabiatul Adawiyah. (Misykatul Anwar dari buku Duratun Nasihin)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s