Berislam jangan setengah setengah

23

Dalam mencari  solusi dalam perkara dunia hendaknya ditempuh jalan tengah, namun untuk perkara agama adalah sebaliknya, yaitu tidak boleh  setengah-setengah. 

Berislam jangan setengah-setengah diartikan sebagai sikap total dalam memenuhi segala perintah dan laranganNya. Implementasinya terlihat bila diri senantiasa sadar akan janjinya sebelum diturunkan ke dunia yaitu saat bersyahadat sehingga dirinya selalu tawakal dan istiqomah baik diawal maupun diakhir

Karena itu perintah Allah untuk hal ini selalu berulang-ulang agar seseorang itu mau bertaqwa yang sebenar-benarnya dan mati dalam keadaan Islam sesuai surat al Baqarah ayat 102. (1)

Berislam secara total

Bila sudah tawakal dan istiqomah, maka tampilan diri seorang mukmin pasti percaya diri dalam melangkah baik dalam menjalani kehidupan maupun penghidupan.KH Abdullah Gymnastiar mengatakan bila iman dan tauhid seseorang itu mantap, maka tiada lain cerminan jalan hidupnya akan menjadi ringan, mudah dan indah.

Diri mulai goyah adalah sebagai akibat adanya kecenderungan hati kepada sesuatu selain Allah dengan memperturutkan hawa nafsunya. Musuh Allah dalam hal ini setan suka mengganggu manusia agar diri tidak yakin dan tidak fokus dengan menggoda melalui kekuatiran, was-was  dan keragu-raguan dihati.

Karena itu tidak ada ibadah dapat ditegakkan dengan baik bila dihati terselip Keraguan-raguan. Dalam surat Al baqarah :208 agar diri jangan mengikuti langkah setan sebagai musuh manusia yang nyata. (2)

Bersandar pada pedoman yang haq

Tawakalnya seorang mukmin adalah karena adanya keyakinan diri akan petunjuk dan pedoman yang nyata dan terang benderang yang dikaruniakan Allah berupa Al Quran dan  Assunah. Inilah yang akan menjadi penolong saat manusia mengarungi safari hidupnya agar selamat ke tujuan. Dalam surat An Nahl ayat 89 diterangkan mengenai keberadaan Al Quran dan Assunah sebagai kabar gembira bagi orang beriman (3)

Islam juga telah ditetapkan sebagai agama yang diridhoi (4) dan telah disempurnakan segala urusan terkait segala petunjuk atau wahyuNya yang diturunkan sejak Nabi Adam As hingga nabi terakhir, Muhammad saw. Ini sesuai dengan surat Ali Imran ayat 19 dan Almaidah ayat 3 (5)

Kerugian berislam tidak secara total

 Lalu apa celanya orang yang berislam dengan cara sebaliknya yaitu setengah-setengah?

Orang yang bersikap setengah-setengah dalam hatinya menganggap dirinya mendapatkan keuntungan ganda, agamanya dapat dunianya (kecenderungan pada dunia) pun dapat, padahal jelas bahwa antara keduanya sama sekali tidaklah dapat bercampur antara iman dan kekafiran. (6)

Bersikap ditengah-tengah juga dapat diartikan munafik sebagai posisi yang paling tidak jelas dan lebih jelek dari kafir. Dalam surat albaqarah ayat 8-20 diuraikan mengenai ciri orang munafik yaitu mereka tuli, bisu dan buta, dihatinya selalu ada penyakit, suka berdusta dan menipu dirinya, suka membeli kesesatan dengan petunjuk, suka menyeru kebajikan, namun nyatanya kerusakan, suka mengolok-ngolok keimanan, dan suka mencampuradukkan yang haq dan batil.

Melihat posisinya yang demikian, orang munafik lebih ditakuti, karena dapat membahayakan umat Islam itu sendiri. Hal ini disampaikan khalifah umar yang kuatir dengan orang yang munafiq dari orang mukmin dan Kafir. 

Wallahu ‘alam bis showab.

  1. Firman Allah : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Al Baqarah 102)

  2. Firman Allah: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.(Albaqarah 208).

  3. Firman Allah : (Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (An Nahl :89).
  4. Firman Allah : Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam (Ali Imran 19)

  5. Firman Allah : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Al Maidah: 3).

  6. Firman Allah : Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan (Annisa : 150-151).
  7. Kalifah Umar : Aku tidak mengkhawatirkan dua orang berikut : Orang yang jelas keimanannya (mukmin) dan orang yang jelas kekafirannya (Kafir). Tetapi aku sangat mengkhawatirkan orang munafik yang bersembunyi di balik iman, padahal dia kafir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s