Berbuat zalim kepada sesama muslim

zalim

Ulasan untuk saling tolong menolong, nasehat menasehati, berbaik-baikan, sayang menyayangi dan membantu kesusahan, suka memaafkan dan bersilaturahmi sering diulas dalam adab atau pergaulan antara sesama muslim.

Dalam hal ini, Muslim di ibaratkan sebagai bersaudara yang lebih mengacu pada ikatan keimanan dan takwanya. Ikatan iman dan takwa ini sudah pasti akan mengajak pada perbuatan baik kepada sesamanya dalam rangka memperkuat tali silaturahim dan mengokohkan bangunan ukhuwah Islamiyah.

Allah memberikan ganjaran yang besar kepada seorang Muslim dan perbuatan yang demikian itu dapat menyempurnakan imannya [1]. Nabi saw menyatakan bahwa konsekuensi sebagai Muslim adalah harus dapat menjaga lidah dan tangannya dari mengganggu saudaranya,[2] termasuk  mau membela bahkan mau menutupi aib saudaranya itu. [3]

Sifat dan bentuk kedzaliman kepada sesama muslim

Namun  bagaimana sikap muslim yang sebaliknya dengan memunculkan sifat yang yang jelek yaitu cenderung zalim atau berbuat jahat kepada sesamanya?

Sebagai contoh misalnya perbuatan yang sederhana seperti membuka aib saudaranya dengan bergunjing (Ghibah) dengan  menceritakan keburukan yang ada pada seseorang kepada orang lain tanpa sepengetahuannya. [4] Perbuatan ini terlihat sederhana namun dimata Allah sebagai hal yang serius terkait kerugian jika seseorang melakukannya.

Dalam Al quran pada surat Al Hujurat, disebutkan jika seorang Muslim yang melakukan perbuatan ini adalah seperti memakan bangkai saudaranya sendiri.[5]. Kerugian lain dari ghibah ialah memakan amal dan pindahnya amal pahala seseorang berpindah kepada orang lain yang ia gunjingkan, dengan kata lain amal pahalanya mengalami kebangkrutan [6]

Perbuatan lainnya yang menyakiti sesama muslim adalah membohongi, menipu, berkhianat, memfitnahnya, mengambil haknya, tidak mau membayar hutangnya, menelantarkan atau membiarkan saudaranya yang kesusahan dan banyak lainnya.

Sebagai perbuatan  bohong, dosa yang nyata dan ketidak mampuan diri mengendalikan hawa nafsu

Allah menyebutkan bahwa seseorang yang menyakiti sudaranya sesama muslim, tidak ubahnya sebagai orang yang berbuat bohong dan melakukan dosa yang nyata.[7]

Semua perbuatan zalim seorang muslim kepada saudaranya itu tidak lepas dari ketidakmampuannya menahan hawa nafsunya seperti adanya kesombongan dan kedengkian terhadap saudaranya.[8]

Tipu daya setan saat ini sangat cerdik dia tidak mempengaruhi orang per orang, namun pada hubungan sesama Muslim agar terputus tali silaturahimnya. Bila hubungan silaturahim sesama muslim sudah rusak, maka dirinya tinggal menunggu kerusakan dari hancurnya  persaudaraan dan maraknya permusuhan.[9]

Dalam beberapa hal kejahatan tidaklah selalu dilakukan sengaja, seperti misalnya seorang Muslim itu tidak bermaksud menyakiti sesamanya. Namun karena dia menampilkan kelebihan rezekinya secara terang-terangan di hadapan saudaranya, maka ini sering menimbulkan dengki bagi saudaranya yang melihatnya. [10]

Bagaimana bila sesama muslim saling bunuh membunuh?

Tidak pula jarang  dengki dapat berubah menjadi dendam sebagai suatu  sifat yang bila tidak dikendalikan  menjadi  permusuhan dan paling dekat mengantarkan pada pembunuhan sesama muslim. Bila seorang muslim sampai membunuh ini adalah perbuatan dosa besar yang setara dengan kafir [11] dan balasannya neraka jahanam [12]. Selain dosa besar perbuatan ini dapat membinasakan diri sendiri pada akhirnya. [13]

Nabi saw secara tegas menyatakan bila ada sesama Muslim saling bunuh maka yang membunuh dan dibunuh adalah sama saja. Yang membunuh sudah jelas dosanya karena membunuh, sementara yang dibunuh juga sama dalam artian sudah memiliki niat untuk membunuh saudaranya juga.

Rasulullah saw bersabda :

jika 2 orang muslim berhadapan dengan pedang masing2. Maka yang membunuh  dan yang dibunuh keduanya dalam neraka. Tetapi mangapakah yang dibunuh? Tanya mereka heran. Jawab Nabi saw: Sebab ia juga bersungguh sungguh ingin membunuh lawannya (Bukhari Muslim)

Wallahu a’lam

  1. Sabda Nabi : “Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai kebaikan untuk saudaranya seperti ia mencintai untuk dirinya sendiri.” (HR.Bukhari dan Muslim dari Anas ra).
  2. Beliau saw juga bersabda,” Seorang Muslim adalah ia yang seluruh kaum muslim bebas dari gangguan lidah dan tangannya.” (HR. Muslim dari Jabir ra.
  3. Nabi Saw bersabda : Orang yg menutupi aib (kejelekan/keburukan) orang lain di dunia, kelak pada hari Allah akan menutupi aibnya.” (HR. Muslim)
  4. Nabi saw :  menjelaskan, “Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain, tanpa sepengetahuan yg bersangkutan.” Bagaimana yg kami bicarakan itu benar adanya? Jika yg kamu bicarakan itu benar, berarti engkau menggunjing, dan jika tdk benar, berarti engkau melakukan suatu kebohongan (fitnah) ttg dia. (HR. Muslim).
  5. Firman Allah : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al Hujurat : 12)
  6. Ghibah/bergunjing dapat membuat pahala seseorang berpindah kepada orang lain yang ia gunjingkan Rasulullah saw bertanya,“Tahukah kalian siapakan orang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab,” Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta sama sekali.” Bersabda Beliau saw,” Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang di hari Kiamat nanti dengan membawa shalat, puasa dan zakat. Tetapi ia pun datang dengan membawa dosa mencaci si anu, menuduh si anu, makan harta si anu, menumpahkan darah si anu, memukul si anu. Akibatnya, diambillah kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan dan diberikan kepada mereka yang ia zalimi. Jika kebaikannya sudah habis padahal belum selesai pembayaran kepada mereka maka dosa-dosa mereka lah yang akan dicampakkan kepadanya lalu ia pun kemudian dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).
  7. Firman Allah :  Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. Sesungguhnya mrk yang telah berbuat bohong dan dosa yang nyata (Al Ahzab 58)
  8. Firman Allah: Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”. (Surat alfalaq 1,2,5)
  9. Firman Allah : Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk(Ali Imran : 103).

2 thoughts on “Berbuat zalim kepada sesama muslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s