Mana lebih penting perawatan jasad atau perawatan hati?

alat-fitness

Luar biasa saat ini kalau melihat begitu banyak orang fokus pada perawatan jasad, terkait wajah dan kebugaran terkait fisiknya, sementara mereka melupakan perawatan hati.  Bagaimana pandangan Islam mengenai perawatan jasad dan perawatan hati itu sebenarnya.

Perawatan jasad

Perawatan jasad itu menyangkut pada 2 hal yaitu :

1. Kebersihan Jasmani

Seseorang untuk memiliki jasad dan jasmani bersih sebenarnya mudah. Soal bersih, Tuntunan Islam jelas bahwa bersih adalah sebagian dari Iman. Dengan itu Islam mengajarkan agar seseorang  selalu bersih jasadnya dengan cara suci dari hadast besar lewat Mandi dan hadast kecil lewat berwudhu untuk melakukan amaliah ibadah.

Semuanya telah dituntunkan Nabi Saw secara detail, sehingga seharusnya seorang mukmin itu tampil bersih bila konsisten mengamalkan tuntunan itu. Malaikat Jibril juga meminta umat Muhammad agar memperhatikan kebersihan dan tampil rapi melalui sesuai riwayat hadist sebagai berikut:

Nabi Saw pernah menanyakan mengapa malaikat Jibril lama sekali tidak mengunjunginya. Maka ketika jibril datang Nabi Saw bertanya: Apa yang menahanmu hai jibril?. Jibril menjawab: bagaimana kami mendatangi kalian, sedangkan kalian tidak memotong kuku kalian, tidak memotong sebagian dari kumis kalian, tidak membersihkan ruas jari kalian dan tidak bersiwak. Lalu Jibril berkata: Dan kami tidak turun kecuali dengan perintah Tuhanmu.

2. Kesehatan Jasmani

Terkait dengan kesehatan, perhatian orang saat ini adalah dengan penerapan asupan dan pola gizi yang baik, penggunaan segala jenis obat dan vitamin, termasuk berbagai metoda kosmetika ditampilkan untuk menunjang wanita dan laki-laki agar dapat tampil total dan lebih muda. Begitu juga dengan menjaga kebugaran melalui aneka bentuk latihan olahraga dan teknik kebugaran.

Karenanya dikala seseorang itu sakit atau menurun kesehatannya, dirinya menjadi sangat cemas dan kuatir bila hal itu akan mempengaruhi penampilan dan gaya hidupnya.  perawatan jasad  ini kemudian menjadi penting, namun melupakan perawatan hati.

Kesehatan dalam Islam menyebutkan bahwa tubuh atau jasmani adalah sebagai tempat kita yang diamanatkan Allah untuk juga harus dijaga dengan baik. Dalam dunia kesehatan, untuk dapat sehat, pola makan menyumbang 80% dan gaya hidup untuk lebih banyak bergerak menyumbang 20%. Jangan bergantung obat mengingat tubuh juga memiliki obat sendiri dari dalam tubuh berupa hormon, enzym dan sistem imun.

Tubuh yang sehat tetap penting dikala seseorang mengalami masalah kejiwaan seperti stress. Seseorang yang tubuhnya sehat akan lebih baik antisipasinya daripada seorang yang tidak sehat jasmaninya. Nabi saw adalah contoh yang fisiknya prima tiada pernah sakit yang berarti walaupun ujian dan cobaan terus melanda dalam perjalanan hidupnya dan sakit beliau hanya dialaminya kala sakaratul maut menjelang.

Perawatan Hati

Namun demikian ada hal lain yang perlu mendapat perhatian setelah jasad mendapatkan perawatan ekstra serupa itu, yaitu perawatan hati. Jika perawatan jasad dan hati seimbang tidaklah menjadi masalah, malahan dengan adanya hati yang terawat dan jernih akan memancar keluar yang sebenarnya dapat memperkuat tampilan diri pada orang yang melihatnya.

Perawatan hati memiliki dimensi yang berbeda di banding perawatan jasad. Perawatan hati menjadi penting mengingat fungsinya dan keberadaannya. Bila dilihat dari waktu, usia jasad sangat terbatas, beda halnya dengan hati yang melewati rentang waktu yang sangat panjang.

Hatilah yang dikala bersaksi dan dihembuskan pertama kali kedalam jasad yang baru terbentuk. Hatilah yang membantu jasad yang sudah sempurna itu agar dapat menjalankan amanat Tuhan menjadi khalifah di muka bumi.

Selanjutnya di hari setelah kematian, hatilah yang akan tetap hidup untuk memberikan kesaksian dikala jasad menyelesaikan ladang baktinya di dunia, melewati kematian dan selanjutnya menghadap Illahi. Sementara jasad nantinya akan remuk dan hancur  menjadi sarang bagi  cacing dan hewan lain berbau busuk..

Namun demikian perhatian diri untuk lebih merawat fungsi dan peran hati yang luar biasa ini kurang mendapat respon yang baik, tetap saja perhatian adalah pada jasad yang sifatnya temporal dan tidak kekal.

Adanya kenyataan bahwa tiap manusia lebih memperhatikan perawatan jasad, menyempurnakan tampilannya, namun disaat yang sama menelantarkan dan merusak hatinya dan bahkan membuatnya mati, inilah yang harus dihindari. Sungguh orang seperti ini adalah yang merugi.

Kaitan  jasad didalam hati yang terawat

Bila tubuh atas jasmani telah dipenuhi haknya tersebut, selanjutnya adalah berusaha untuk memiliki hati yang bersih untuk seseorang mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, sedangkan hati yang sakit adalah pertanda jiwa yang selalu dilanda ketidak pastian, kebingungan dan kegalauan. Menjadikan hati selalu merana di dunia dan sengsara diakhirat.

motto  Mensana in Corporesano didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat dalam beberapa hal ada benarnya. Namun perlu dipastikan bahwa tidak selamanya orang yang memiliki tubuh sehat akan pula memiliki jiwa sehat.

Bila tubuh atas jasmani telah dipenuhi haknya tersebut, selanjutnya adalah berusaha untuk memiliki hati yang bersih untuk seseorang mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, sedangkan hati yang sakit adalah pertanda jiwa yang selalu dilanda ketidak pastian, kebingungan dan kegalauan. Menjadikan hati selalu merana di dunia dan sengsara diakhirat.

Bila diri dapat merawat hati, pastinya hati dapat bercahaya menyinari perbuatan untuk cenderung beramal saleh. Dengan kata lain  orang yang terawat hatinya sudah pasti  ahlaqnya juga baik. Hal ini sesuai dengan  apa yang dikatakan Ali Bin Abi Thalib Ra :

Siapa yang memperbaiki batinnya (hati) maka Allah akan memperbaiki lahirnya (jasad).

Dalam kaitan itu,  baik dengar kisah berisi nasehat seorang ibu kepada anaknya yag terkagum dengan pancaran kecantikan ibunya walau sudah berumur sebagai berikut :

Suatu pagi seorang anak gadis berkata pada ibunya : “Ibu, ibu selalu terlihat cantik. Aku ingin seperti ibu, beritahu aku caranya“
Dengan tatapan lembut dan senyum haru, sang ibu menjawab: “ Untuk bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik” “ Untuk pipi yang lesung, tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapapun”

“ Untuk mata yang indah menawan, lihatlah selalu kebaikan orang lain..” Untuk tubuh yang langsing, sisihkanlah makanan umtuk fakir miskin” “ Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah di perbuat orang kepadamu.” “ Untuk wajah putih bercahaya, bersihkan kekotoran dihati…”

Wallahu ‘alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s