Cara mudah mendapatkan jalan ke syurga

jalan syurga

Masih ingat kisah hikmah, seorang yang membunuh 100 orang yang kemudian bertobat akhirnya masuk surga. Lalu orang yang suka maksiat karena kecintaannya kepada binatang, dosanya menjadi lebur.

Begitu juga orang yang maksiat namun masih memiliki kecintaan dan selalu menggembirakan anak kecil juga demikian halnnya. Ada lagi kisah seorang yang tidak shalat masuk surga karena setelah mendapat wejangan nabi Saw, dia tertarik masuk Islam lalu berperang sehingga mati dalam keadaam syahid.

Ada juga seseorang yang menggunakan sandal jepit dan biasa saja hidupnya, namun nabi Saw menyebutnya sebagai ahli surga. Hal ini membuat penasaran para sahabat hingga mengikuti orang itu dan menginap sekedar ingin mngetahui bagaimana kehidupan orang yang disebut sebagai ahli surga oleh nabi Saw.

Didapati para sahabat tidak ada yang istimewa dari orang itu, hanya amalannya dikala hendak tidur untuk selalu memaafkan orang lain dan tidak pernah menyimpan dengki dihatinya.

Dari kisah itu disimpulkan bahwa banyak jalan menuju surga. Dalam hal ini perlu dipahami bahwa diri tidaklah perlu mengambil semua jalan itu. Cukup dan pilihlah salah satu dimana diri mampu melakukan salah satu amalan yang dapat membawa ke surga. Amalan kecil yang konsisten dilakukan adalah lebih baik di mata Allah.

Namun demikian untuk sampai pada pilihan ini adalah bergantung pada seberapa jauh seseorang mengenal keberadaan dan potensi dirinya, melalu muhassabah (hitung diri) dan muqarabah (meneliti diri).

Keaneka ragaman potensi setiap diri menunjukkan keaneka ragaman rahmat Allah kepada setiap diri sebagai cerminan rahman dan rahim dari Allah Swt. Karena itulah tersingkap bahwa tidak perlulah diri untuk saling iri akan karunia yang diberikan Allah kepada setiap manusia.

Aplikasinya adalah jika seseorang kuat dalam berpuasa, maka berpuasalah. Jika kuat untuk menghidupkan malam dengan shalat malam lakukanlah itu sebagai kebiasaan. Jika punya harta, biasakanlah untuk menafkahkannya sebagian itu ke jalan Allah.

Jika punya ilmu segera amalkan dan berbagi dengan orang lain. Jika masih punya orang tua rawatlah keduanya dengan baik dan masih banyak lagi amalan untuk itu.

Fokuslah dengan satu perbuatan sebagai andalan dan tetap lakukanlah ibadah yang lainnya. Dengan ibadah satu yang terbaik diharapkan dapat mencuri perhatian Allah sehingga muncul rahmat Allah kepada diri.

Ingatlah masuknya seorang hamba ke surga bukanlah karena amal ibadah namun adalah karena rahmatNya. Sebagaimana ditanyakan sahabat kepada Nabi Saw: Tidak pula engkau ya Rasul masuk ke surga karena rahmat bukan karena amal? Nabi saw menjawab: Ya termasuk aku.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s