3 cara pandang berbeda seorang mukmin kepada Tuhan, diri dan sesama

Apakah-Pencipta-juga-Memiliki-Pencipta

Menjadi seorang mukmin yang sempurna, sejatinya memerlukan 3 cara pandang yang berbeda.

Dalam kitab Nashaihul Ibad di jelaskan mengenai 3 cara pandang dan sikap yang berbeda dari seorang mukmin bila berhadapan dengan Allah, dirinya sendiri  dan sesama. 3 Cara pandang itu pedomannya adalah sebagai berikut:

Pedoman diatas diambilkan dari nasehat sebagaimana  disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib Ra :

  1. Jadilah manusia yang paling baik menurut Allah.
  2. Jadilah manusia paling buruk dalam pandangan dirimu sendiri
  3. Jadilah manusia biasa dihadapan orang lain.

Berikut ini adalah penjelasan menyangkut 3 cara pandang tersebut :

Cara pandang seorang mukmin  terhadap Allah

Pertama, bila cara pandang menyangkut keberadaan seseorang   dihadapan Allah SWT maka jadilah / tampillah diri sebagai manusia yang paling baik menurutNya. Pandangan seorang mukmin dihadapan Allah  sudah sangat jelas dan bagaimana merealisasikannya untuk menjadi manusia yang beriman dan bertakwa.

Cara pandang diri terhadap Diri sendiri

Kedua, bila seseorang berhadapan dengan diri maka jadilah diri sebagai manusia yang paling buruk atau hina dalam pandangan diri sendiri.

Menarik nasehat Ali bin Abi Thalib  untuk menjadikan diri hina menurut pandangan diri  menjadi sarat makna. Bila diri sportif, jujur dan mau bercermin ungkapan hina kepada diri pantas disandangkan kepada diri karena hal-hal yang terpuji dan kemuliaan hanya milik Allah bukan kepada diri.

Hinanya manusia adalah terkait sifat fana dan ketidak berdayaan manusia berhadapan dengan unsur Tuhan yang maha Kuasa, maha terpuji dan maha Mulia. Manusia hanyalah objek sementara Allahlah sebagai Subyek.  Menyadari kehinaan diri dan kefanaan diri inilah sesungguhnya kekuatan seseorang. Dengan hina ini maka diri dapat berjumpa dengan Allah dan dapat merasakan kekuatan bersamaNya.

Lebih lanjut Ali Bin Abi Thalib  berkata :

Dalam fanaku,lalu fana pulalah fanaku itu, di kefanaanku ini kudapati Engkau.

Ibnu Athailah juga menyampaikan keutamaan dari bersikap hina dan menyampaikan panduannya:

Sadarilah sifat-sifatmu, niscaya Allah membantumu dengan sifat-sifatNya. Akuilah kehinaanmu niscaya Allah akan membantumu dengan KemuliaanNYa. Akuilah ketidakberdayaanmu, niscaya Allah membantumu dengan kekuasaanNya. Akuilah kelemahanmu, niscaya Allah membantumu dengan KekuatanNya.(Alhikam)

Ada doa Sheikh Abdul Qadir Jailani terkait permintaan menjadikan hamba yang hina dalam pandangan diri itu, akan menjadikan diri ditinggikan derajatnya oleh Allah sehingga menjadi diperhitungkan manusia.  Doanya adalah sebagai berikut :

Ya Allah jadikanlah hamba yang sabar dan pandai bersyukur. jadikan hamba yang hina menurut pandangan diriku, tetapi diperhitungkan menurut pandangan manusia.(Allahumaj alni saburan waj alni syakuran waj alni fii aini saghiran wa fii ayyuninnasi kabiron).

Dan yang ketiga bila seseorang berhadapan dengan sesama maka jadilah diri sebagai manusia biasa dihadapan mereka.

Cara pandang  seorang mukmin terhadap sesama

Dan yang ketiga bila seseorang berhadapan dengan sesama maka jadilah diri sebagai manusia biasa dihadapan mereka. wujudnya diri akan tampil biasa, bersahaja dan sederhana dihadapan mereka.

Berangkat dikala diri dapat dimampukan Allah untuk melihat kehinaan diri, maka sesungguhnya  diri itu sudah ditinggikan dan dimuliakan Allah. Dengan demikian barulah pandangan dapat beranjak pada pandangan diri kepada sesama yaitu dengan menampilkan  sikap yang paling baik yaitu bersikap biasa dengan sesama.

Dengan begitu diri menjadi percaya diri dan yakin bila selalu bersama Allah sehingga tidak berpandangan keatas karena melihat atau takjub kepada kedudukan orang yang lebih tinggi atau kaya, tidak juga berpandangan kebawah karena meremehkan dengan orang yang dibawahnya atau miskin.

Inilah kondisi manusia yang tawadhu (rendah hati) dimana kondisi imannya dalam segala hal tetap dan stabil hanya berisikan tidak lain setengahnya sabar dan setengahnya lagi syukur.

Waalahu ‘alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s