Kisah Iskandar Zulkarnaen mencari air kehidupan

Hikayat_Iskandar_Zulkarnain

Kisah ini adalah bagian dari 3 pertanyaan yang diajukan Bani Israil kepada Muhammad Saw untuk menguji kenabian beliau. 2 bagian pertanyaan lainnya adalah Kisah pemuda ashabul Kahfi dan pertanyaan mereka soal ruh.

Dikisahkan pada zaman Iskandar  Zulkarnaen berhasrat mencari air kehidupan. Konon siapa yang dapat mengambilnya akan dikarunia Allah masa hidup yang panjang sampai kiamat. Lalu beliau bermufakat dengan penasehatnya Yakni Balya Ibnu Mulkan (Nabi Khidir sebelum jadi nabi) agar bersama-sama melakukan perjalanan untuk menemukan asal air kehidupan itu.

Segala sesuatu kemudian dipersiapkan dan Balya sebagai penunjuk jalan. Balya kemudian berpesan kepada rajanya: “Tuanku apapun yang kita temui dalam perjalanan ini hendaknya jangan dihiraukan, karena hal itu akan menghambat perjalanan menuju tujuan yang kita cari”.

Perjalanan ternyata cukup panjang dan memakan waktu yang lama. Berbagai macam halangan dan rintangan yang dilewati tidaklah mereka hiraukan. Dari kejauhan Iskandar Zulkarnaen melihat jalanan yang lurus namun gemerlapan, penuh cahaya yang amat indah, dikala melihatnya serasa hilang segala penat.

Namun tujuan belumlah kelihatan. Semakin dekat ternyata jalanan dihiasi permata permata indah ratna mutu manikam. Sejauh mata memandang Raja Zulkarnaen terkesima memandangnya. Dia jemput permata itu dengan penuh kenafsuan. Beliau masukkan kedalam karung karung kosong dan beliau sendiri yang memanggulnya. Melihat itu Balya berkata: “Tuanku perjalanan masih jauh lebih baik tinggalkan itu semua”. Iskandar menjawab : “Tak apalah permata-permata ini tidak seberapa beratnya”.

Perjalanan kemudian diteruskan, terlihat rupa Raja Zulkarnaen mulai kepayahan karena beratnya bawaan. Perjalanan menjadi sering terhenti untuk hilangkan penat. Sedikit demi sedikit permata itu akhirnya dilemparkan. Namun apa yang terjadi, belum juga sampai tujuan, beliau nyatakan bahwa dirinya sudah tdk mampu lagi meneruskan perjalanan.

Raja kemudian memutuskan kembali ke kerajaannya, sedangkan Balya melanjutkan  perjalanan untuk menemui air kehidupan. Beberapa lama kemudian Raja zulkarnaen meninggal dunia. Sebelum wafat raja Zulkarnaen berpesan : “Apabila sampai akhir hayatku, tolong keluarkan kedua  tanganku dari peti mati. Agar rakyatku tahu bahwa iskandar yang memiliki 2 tanduk kekuasaan timur barat dengan kekayaan melimpah ruah ternyata diakhir hayatnya hanya bertangan kosong tak satupun harta yang dibawanya”.

Kisah ini merupakan pelajaran agar perjalanan menuju air cinta kasih Allah haruslah memiliki tekad kuat dan teguh istiqomah jangan sampai terganggu oleh keadaan yang dilalui. Dialah Raja Muslim yang sangat berkuasa namun saleh. Daerah taklukannya membentang dari bumi bagian barat sampai timur. Ia mendapat julukan Iskandar “Zulkarnain”. “Zul”, artinya “memiliki”, Qarnain, artinya “Dua Tanduk”. Maksudnya, Iskandar yang memiliki kekuasaan antara timur dan barat.

Kisah ketokohan Iskandar Zulkarnain ini juga tertulis dalam catatan sejarah orang-orang barat. Dalam catatan tersebut diceritakan bagaimana ia berjaya meluaskan daerah taklukannya dalam masa yang sangat singkat. Oleh karena kejayaannya ini, ia diberi gelar “Alexander The Great”, Alexander Yang Agung”.

Namun  para Mufasir menyatakan, “Alexander The Great” adalah orang yang berbeda dengan tokoh yang di tulis dalam Al-Qur’an, Yakni, Iskandar Zulkarnain. Sejarawan Muslim yang juga ahli tafsir, Ibnu Katsir, dalam kitabnya Al-Bidayah Wan Nihayah menjelaskan, meski punya nama yang sama dan plot cerita yang sama, yaitu kekuasaannya membentang dari Barat sampai ke Timur, keduanya adalah sosok yang berbeda. Antara mereka terbentang jarak dan waktu sampai 2000 tahun.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s