Bahayanya pamer dan bermegah-megahan

barang mewah

Tidaklah dilarang memiliki barang yang mahal, bagus dan mewah, namun kalau akhirnya itu memperbudak diri atau menjadi sulit perlu untuk dipertimbangkan kembali memilikinya. Memiliki benda itu sudah pasti akan menjadikan diri takut kehilangan, takut kalau rusak, minimal itu jadi memperbudak diri.

Memamerkannya juga tiada habisnya, bila berada dilingkungan orang yang berprilaku yang sama. Tidak ada prilaku seseorang yang berlebih-lebihan atau bermegah-megahan itu kecuali kerugian karena adanya kelalaian diri. (1) Nabi Saw menyebut prilaku pamer dan bermegah-megahan itu sebagai jalan setan (Fisabili syaiton) (2)

Takut kehilangan dan rusaknya barang itu akan mengarah kepada kecintaan. Bila kecintaan sudah berlebihan secara otomatis diri akan menjadi tawanan dan budaknya, sebagaimana diucapkan Ali bin Abi Thalib.(3) Disitulah awal hidup mulai tidak bebas dan merdeka karena diri menjadi tidak tenang karena waktu dan pikiran tersita pada sesuatu itu, berpaling dari mengingat Allah. 

Nabi juga bersabda bahwa siapa yang mencintai sesuatu, niscaya akan menjadi tawananya. Lebih terpedaya lagi bila diri memiliki cinta harta sebagaimana Qarun seperti dikutip dalam Surat Al Qasas 78-79. (4).

Jadi pola setan penggoda selalu awalnya manis, namun ujung-ujungnya adalah berisi perangkap diri. Bila diri tidak dapat mengendalikan diri muncul pemaksaan diri untuk dapat memilikinya, sehingga mengada-adakannya dan diri terjerumus dengan mendapatkan dengan cara terlarang, misalnya korupsi. Diri akan menjadi rakus atau bakhil dan tiada prilaku bakhil yang paling dekat adalah hilangnya akal dan rasa malu.

Setan akan secara halus membujuk : “lihatlah pandangan orang lain yang akan takjub dan memuji kepadamu dengan memiliki barang mahal bagus dan mewah dan  lihatlah bagaimana status sosial kamu terangkat dengan memiliki itu”.

Setan tahu bahwa seseorang yang berkecenderungan dan gemar tampil pamer barang bagus mahal mewah adalah ciri-ciri orang yang kurang percaya diri terhadap kekuatan dan kemampuan pribadinya. Status sosialnya kuatir sekali jatuh dalam pandangan orang bila tidak menuruti hal demikian.

Ada satu hal lagi bila membiasakan diri dengan pamer barang bagus mahal dan mewah, yaitu secara tidak langsung diri telah memancing iri dan kecemburuan orang lain. (5) Dalam beberapa hal kejahatan tidaklah selalu dilakukan sengaja.

Namun karena dia menampilkan kelebihan rezekinya secara terang-terangan di hadapan orang lain, maka ini sering menimbulkan dengki dan munculnya kejahatan bagi orang yang melihatnya. (6) Nabi saw menganjurkan untuk hati-hati agar diri dan keluarga dapat membawa diri tidak memperlihatkan kelebihan rezeki apalagi kemewahan kepada orang lain (7)

Karena itu orang mukmin akan bersikap biasa, berpikir dua kali untuk memiliki apalagi pamer terkait barang bagus, mahal dan mewah itu. Barang yang digunakan hanyalah sebatas mendukung atau memberi manfaat / kontinuitas ibadahnya kepada Allah. Jiwanya menjadi lebih bebas dan merdeka karena waktu dan pikiran tidak tersita / tidak diperbudak dengan itu.

Hiduppun menjadi tenang dan ringan, karena dirinya menjadi ikhlash, tidak diperbudak adanya keinginan untuk dipuji, dihargai, dihormati, budinya dibalas orang lain. Hidup bersahaja selalu saja mempesona karena itu cermin dari pribadi yang tidak diperbudak harta dari bermegah-megahan dan tidak ditipu oleh hawa nafsu.

Wallahu ‘alam

  1. Firman Allah: Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.(Atakatsur 1-2).
  2. Sabda Nabi : …..Jikalau ia bekerja untuk dirinya sendiri agar tidak sampai meminta-minta pada orang lain, itupun Fisabilillah. Jikalau ia bekerja untuk keluarganya, maka ia Fisabilillah. Tetapi apabila ia bekerja untuk pamer atau untuk bermegah-megahan, maka itulah Fisabili Syaithan atau karena mengikutu jalan Syaithan.(HR Thabrani) 
  3. Sabda Nabi : …..Jikalau ia bekerja untuk dirinya sendiri agar tidak sampai meminta-minta pada orang lain, itupun Fisabilillah. Jikalau ia bekerja untuk keluarganya, maka ia Fisabilillah. Tetapi apabila ia bekerja untuk pamer atau untuk bermegah-megahan, maka itulah Fisabili Syaithan atau karena mengikutu jalan Syaithan.(HR Thabrani) 
  4. Ali Bin Abi Thalib: “Siapa yang mencintai atau cenderung kepada sesuatu, maka dia akan menjadi tawanan atau budaknya.
  5. Firman Allah : Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.(al Qasas 78-79)
  6. Firman Allah: Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Annisa 32)
  7. Sabda Nabi : Sesungguhnya bagi nikmat yang Allah berikan terselubung musuh-musuh . Sahabat lalu bertanya: Siapakah mereka itu ya Rasul?. Jawabnya: Yaitu orang yang mendendam / mendengki kepada orang lain atas pemberian rezeki / kelebihan dari Allah kepada mereka.
  8. Sabda nabi saw : mohonlah pertolongan supaya kebutuhan terpenuhi semua secara diam-diam, sebab setiap orang yang diberi kenikmatan, pasti ada orang  dengki dan dendam kepadanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s