Alquran berhujjah sebagai pembela dan penyanggah

alquran 2

Dari Imam Qurthubi menyampaikan bahwa al Quran akan muncul dalam 2 rupa  yaitu sebagai pembela dan sebagai penyanggah.

Hal itu adalah sebagaimana riwayat Imam Muslim dari Abu Malik Al Asy’ari ia berkata, Nabi Saw bersabda:

Bersuci adalah setengah iman, bacaan Alhamdulillah memenuhi timbangan, bacaan Subhanallah Walhamdulillah memenuhi antara langit dan bumi, shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, Al Quran adalah hujjah yang membelamu atau yang menyanggahmu. (HR Muslim).

Al Quran berhujjah sebagai pembela

Al Quran sebagai pembela akan muncul dalam bentuk yang paling baik, berhujjah kepada Allah bahwa hamba ini telah membaca dan menjaga dirinya dengan baik. Al Quran akan terus membela dan berargumen dihadapan Allah sehingga Tuhan menyerahkan urusan orang itu kepadanya dan Al Quran memberikan minuman keabadian dan memasangkan mahkota kepadanya.

Amr bin Syauaib dari ayahnya dari kakeknya ia berkata: Aku mendengar Nabi Saw bersabda:

Al Quran akan datang kepada orang yang membawanya dalam bentuk yang paling baik, lalu ia memegang tangannya sampai datang kepadanya Tuhan. Lalu ia menjadi pembelanya seraya berkata : “Wahai TuhanKu, Engkau menjaganya atas diriku, maka ia adalah sebaik-baik orang yang menjaga atas diriku, maka ia adalah sebaik-baik orang yang menjaga hukum-hukumku, melaksanakan kewajibanku, mengamalkan dan menaatiku, menjauhi maksiatku”.

Lalu Al Quran masih senantiasa memberikan argumen sampai dikatakan kepadanya: “Terserah Kepadamu”. Nabi Saw bersabda: Lalu Al Quran memegang tangannya dan tidak meninggalkannya sampai memberinya minum dengan minuman keabadian, dan memasangkan mahkota kerajaan kepadanya.

Al quran berhujjah sebagai penyanggah

Sedangkan orang yang menyia-nyiakan Al Quran maka Al Quran akan berhujah untuk menyanggah orang itu dengan mengatakan bahwa orang itu menyia-nyiakan dan tidak menjaganya dengan baik. Al Quran terus menyanggahnya  hingga Tuhan menyerahkan urusan orang itu kepadanya dan memasukkan orang itu ke neraka.

Sabda Nabi Saw :

Lalu datanglah orang yang membawa Al Quran namun ia menyia-nyiakannya. Al Quran memegang tangan orang itu sampai datang kepada Allah Azza wa Jalla. Al Quran menjadi musuh baginya, lalu berkata : Wahai Tuhanku, Engkau membebaninya dengan diriku, ia adalah seburuk buruk orang yang membawaku. Ia menyia-nyiakan hukum-hukumku, meninggalkan kewajibanku, menjauhi dari menaatiku, melakukan maksiat kepadaku. Lalu Al Quran tetap saja melemparkan argumen sampai dikatakan kepadanya: “Terserah kepadamu”. Lalu Al Quran memegang tangannya dan tidak meninggalkannya sampai ia membenamkan hidungnya ke neraka jahannam.

Wallahu ‘alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s