Keutamaan surat Al Falaq dan Annas

alfalaq

Imam Qurthubi dalam kitab Tidzkar fi afhdalil Adzkar menyampaikan bahwa  surat Al Falaq dan Annas ini merupakan surat terakhir dari Al Quran surat ke 113 dan 114. Dua surat ini dikenal sebagai surat Al Mu’awwidzataini.

Dikatakan dalam suatu Riwayat atau hadis bahwa 2 surat ini khusus diturunkan disuatu malam, tidak terlihat dan sama sekali  berbeda dengan surat-surat  lain yang diturunkan. Muslim meriwayatkan hadis dari Uqbah bin Amir, ia berkata : Nabi saw bersabda:

Tidakkah kamu mengetahui ayat yang diturunkan pada suatu malam dan tidak terlihat yang semisal dengannya sama sekali? Itulah Qul a’udzubirabbil falaq dan Qul a’udzubirabbinas. (HR Muslim).

Dalam riwayat yang lain, Tirmidzi dari An Nasai bahwa ia berkata:

Aku datang kepada Rasulullah saw ketika beliau sedang menaiiki kendaraan, lalu aku meletakkan kedua tanganku pada kedua kakinya seraya berkata: Apakah aku mesti membaca didalam surat Yusuf. Beliau bersabda kepadaku : Kamu tidak akan membaca sesuatupun yang di sisi Allah melebihi Qul a’udzu birabbil falaq dan Qul a’udzubirobbinas (HR Nasai).

Ayat ini juga dipakai oleh Nabi saw di kala  menyembuhkan dirinya sendiri.  An Nasai meriwayatkan dari Aisyah :

Ketika Nabi Saw mengeluh maka beliau membaca surat Muawwidzat dan meniup. Takkala sakitnya semakin parah maka aku membacakan untuk beliau dan aku mengusap dengan tangan beliau dengan mengharap berkahnya (Mutafaq’alaih)

Dua surat ini juga digunakan Nabi Saw dikala beranjak hendak tidur dengan cara sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah :

Sesungguhnya jika Nabi Saw beranjak menuju pembaringannya setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya kemudian meniupkan keduanya lalu membaca: Qul Huwallahu Ahad, Qual A’udzubirobbil Falak dan Qul a’udzubirobbinas kemudian mengusapkannya keseluruh tubuhnya sebisa mungkin. Beliau memulai dari kepala dan wajahnya dan bagian depan badannya. Beliau melakukan itu 3 kali.

Dua surat ini juga pernah digunakan untuk menyembuhkan / meruqyat seseorang yang tersengat kalajengking. Abu Umar dalam Kitab Al Istidzkar bahwa Nabi Saw meruqyat sengatan kalajengking dengan Muawwidzataini kemudian mengusap bagian yang terkena sengatan dengan air garam.

Wallahu ‘alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s