Makna al Fatihah dalam shalat

alfatihah

Al Fatihah adalah surat yang paling banyak dibaca, terkait wajib dibaca dalam setiap rakaat shalat. Sehingga seorang Muslim paling tidak membaca 17 kali dalam shalat 5 waktunya sehari semalam.

Bisa dibayangkan berapa kali surat ini terucap dari orang Islam dalam setiap waktu shalat yang saat ini jumlahnya separuh lebih dari 6 milyar penduduk bumi.

Karena itu Alfatihah adalah  surat penting dalam shalat, tanpa membacanya maka shalat menjadi tidak sempurna atau cacat.

Sabda Nabi : “Barangsipa yang mengerjakan shalat dan tidak membaca Ummul Qur’an (al Fatihah) di dalamnya, maka shalatnya terputus –beliau mengucapkannya tiga kali- dan tidak sempurna. Dikatakan kepada Abu Hurairah ra “sesungguhnya kami shalat di belakang imam.” Maka beliau berkata, “bacalah dalam hatimu.” (Hadits shahih riwayat. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah)

“Barangsipa yang mengerjakan shalat dan tidak mmbaca Ummul Qur’an (al Fatihah) di dalamnya, maka shalatnya terputus –beliau mengucapkannya tiga kali- dan tidak sempurna. Dikatakan kepada Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, “sesungguhnya kami shalat di belakang imam.” Maka beliau berkata, “bacalah dalam hatimu.” (Hadits shahih riwayat. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah) – See more at: http://www.voa-islam.com/read/konsultasi-agama/2012/12/17/22395/hukum-membaca-alfatihah-hanya-dalam-hati-saat-shalat/#sthash.6QQsbXVX.dpuf
“Barangsipa yang mengerjakan shalat dan tidak mmbaca Ummul Qur’an (al Fatihah) di dalamnya, maka shalatnya terputus –beliau mengucapkannya tiga kali- dan tidak sempurna. Dikatakan kepada Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, “sesungguhnya kami shalat di belakang imam.” Maka beliau berkata, “bacalah dalam hatimu.” (Hadits shahih riwayat. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai, dan Ibnu Majah) – See more at: http://www.voa-islam.com/read/konsultasi-agama/2012/12/17/22395/hukum-membaca-alfatihah-hanya-dalam-hati-saat-shalat/#sthash.6QQsbXVX.dpuf

Dalam kitab Duratun Nasihin, selanjutnya Al fatihah dalam shalat memiliki 2 makna, sebagian dipersembahkan untuk Allah sebagian lagi untuk HambaNya. Hal ini diriwayatkan dalam hadis sebagai berikut :

Abu Hurairah berkata: bacalah Alfatihah dalam dirimu karena aku mendengar Nabi saw bersabda: Sesungguhnya Allah berfirman bahwa Aku membagi Al Fatihah dalam shalat menjadi 2 bagian. Sebagian untukKu dan sebagian lagi untuk HambaKu.

  • Ketika ia membaca ayat 2:  Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Allah lalu berfirman: HambaKu telah memujiKu.
  • Ketika membaca ayat ke 3:  Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah berfirman hambaKu telah menyanjungKu.
  • Ketika membaca ayat ke 4. : Yang menguasai di Hari Pembalasan. Allah berfirman hambaKu telah mengagungkanKu.
  • Ketika membaca ayat ke 5: Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Allah berfirman: HambaKu menyerahkan diri kepadaKu dan ini antara Aku dan hambaKu apa yang ia minta.
  • Ketika membaca ayat  ke 6 dan 7 :  Tunjukilah kami jalan yang lurus,(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Allah berfirman: Ini untuk hambaKu dan bagi HambaKu apa yang ia minta (HR Muslim)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s