Cermin hidup dan bagaimana aplikasinya dalam melihat cela diri

cermin-hidup

Pengertian Cermin Hidup

Sesungguhnya setiap diri itu memiliki cermin hidup (Mir’atul Hayai). Melalu cermin itu seseorang dapat melihat lingkungannya yaitu  orang lain dengan segala gerak dan perbuatannya. Segala kebaikan dan kemungkaran yang dilakukan mereka dapat pula menjadi cermin.

Cermin juga dapat digunakan sebagai cermin untuk diri yakni untuk melihat gerak dan perbuatan, keberhasilan dan kegagalan diri dapat menjadi cermin, begitu juga kondisi lainnya seperti kesehatan dan kondisi keuangan juga dapat menjadi dilihat.

Namun demikian ada 2 jenis cermin baik dan buruk.  Cermin baik pantulan gambarnya adalah apa adanya / jujur yang akan menjadikan diri sportif dalam menilai diri. Sebaliknya cermin buruk, sebaik apapun diri menggunakannya akan memantulkan gambar yang bengkok. Itulah mengapa anda perlu bergaul dengan orang dan lingkungan yang baik.

Bagaimana aplikasinya

Apa yang terjadi dan menjadi pandangan kita akan keadaan sekitarnya sebenarnya dapat menjadi cermin untuk introspeksi dengan cara sebagai berikut :

  1. Bila seseorang selalu ditampakkan kemungkaran dalam hiduplah, maka diri secara sportif mengakui bahwa sebenarnya diri juga memiliki potensi untuk melakukan hal tersebut. Karena hidayat dan pertolongan Allahlah maka seorang hamba senantiasa terjaga dari perbuatan mungkar dimaksud.
  2. Begitupula sebaliknya bila seseorang dalam pandangan senantiasa ditunjukkan hal baik dan selalu dilingkungi dengan kebaikan dan orang-orang baik, maka diri yakin bahwa hidupnya sudah dalam koridor yang benar. Dirinya senantiasa yakin bahwa Allah selalu bersama dan menjaga dirinya untuk selalu istiqomah melakukan perbuatan baik dan jauh dari perbuatan yang tiada manfaat.

Cobalah hal ini dilakukan setiap waktu kala melakukan muhasabah untuk melihat keadaan diri dengan menggunakan cermin hidup. syaratnya adalah sportif mau mengakui kesalahan dan aib diri sendiri.

Cermin untuk melihat cela diri

Terkait dengan cermin untuk melihat cela diri, Al Ghazali dalam bukunya Mauidzatul Mukminin berkata :

Ketahuilah bila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, maka ia akan tunjukkan apa-apa yang menjadi cela dirinya. Oleh Allah dirinya akan dikarunia mata hati yang tajam sehingga tidak ada satu celapun yang tidak terlihat / luput atau tidak disadari oleh  dirinya. Ketahuilah bahwa cela itu adalah penyakit, dan bila  suatu penyakit itu sudah diketahuinya, maka mudah baginya untuk mengobatinya.

Selanjutnya Imam Al Gazali berkata: Hanya saja sebagain besar manusia banyak yang tidak berusaha tahu, pura-pura tidak tahu, malahan mereka lebih suka melihat celanya orang lain, sementara cela sendiri tidak mampu dilihatnya.

Wallahu ‘alam

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s