8 tanda Makrifat menurut Usman Bin Affan Ra

Ustman-600x375

Diambil dari Kitab Nashaihul Ibad, dari Usman Bin Affan ra, beliau berkata : Tanda-tanda orang yang mendapat makrifat Allah itu ada 8 yaitu :

  1. Hatinya dipenuhi rasa takut akan adanya murka dan Azab Allah.
  2. Hatinya dipenuhi rasa harap akan rahmat Allah
  3. Lisannya tiada henti memuji Allah
  4. Lisannya selalu menyanjung Allah
  5. Kedua matanya selalu disertai rasa malu
  6. Kedua matanya selalu diiringi tangisan karena Allah
  7. Keinginannya meninggalkan kesenangan dunia
  8. Keinginannya untuk mendapatkan ridha Allah.

Sumber munculnya rasa takut adalah terkait dengan pengetahuan hati tentang kebesaran dan keagungan Allah, ketidak butuhan Allah terhadap makhlukNya dan pedihnya azab dan siksa yang diterima bila durhaka kepadaNya. Dari pengetahuan ini akan membentuk kondisi batin dapat merasakan rasa takut yang manfaatnya dapat mendorong diri untuk meninggalkan maksiat

Sumber munculnya rasa harap kepada Allah karena pengetahuan tentang luasnya rahmat Allah, keagungan karuniaNya dan selalu benar janjiNya kepada orang yang taat. Dari pengetahuan ini membentuk kondisi batin yang manfaatnya dapat mendorong seorang hamba bersegera melakukan kebaikan.

Nabi Saw bersabda : Jika rasa takut dan harap berkumpul didalam hati seorang mukmin. Allah akan mengabulkanharapannya dan memberi rasa aman dari ketakutan (HR Thabrani)

Dalam kaitan kesenangan dunia, bukanlah perkara gampang saat ini, Nabi Saw sendiri menyatakan bahwa perbuatan ini sangatlah sulit, namun pahalanya setara dengan syuhada. Cara meninggalkan kesenangan dunia dapat dilakukan dengan melatih diri diantaranya dalam hal  makan dengan tidak sampai kenyang dan tidak menyenangi pujian yang ditujukan kepada dirinya.

Nabi Saw bersabda:  Meninggalkan kesenangan dunia, rasanya lebih pahit daripada buah shabir dan lebih menyakitkan dari sabetan pedang di medah perang fisabilillah. Tiada seorangpun yang akan meninggalkannya melainkan Alla SWT akan memberinya pahala yang sama dengan pahala syuhada.

Meninggalkan kesenangan dunia itu adalah dengan cara sedikit makan dengan jarang kenyang dan membenci pujian manusia. Siapa yang senang di puji oleh manusia berarti dia mencintai dunia dan kesenangannya. Oleh karena itu siapa yang ingin meraih kesenangan hakiki, hendaklah menjauh dari pujian manusia.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s