Sifat suka bergunjing (ghibah): arti dan kerugiannya

ghibah2-1

Arti

Sifat suka bergunjing atau Ghibah adalah perbuatan  membuka aib saudaranya dengan menceritakan keburukan yang ada pada seseorang kepada orang lain tanpa sepengetahuannya. Ghibah adalah cabang  dari prasangka, cabang lainnya adalah fitnah.

Nabi saw menjelaskan:

“Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain, tanpa sepengetahuan yg bersangkutan.” Bagaimana yg kami bicarakan itu benar adanya? Jika yg kamu bicarakan itu benar, berarti engkau menggunjing, dan jika tdk benar, berarti engkau melakukan suatu kebohongan (fitnah) ttg dia. (HR. Muslim).

Banyak orang menganggap perbuatan ghibah sebagai suatu perbuatan enteng dan sederhana. Walaupun perbuatan ini terlihat sederhana namun dimata Allah sebagai hal yang serius terkait kerugian jika seseorang melakukannya. Sekecil apapun perbuatan atau kezaliman yang dilakukan kepada hambaNya, maka itu besar untuk Allah.

Dalam Al Quran pada surat Al Hujurat, disebutkan jika seorang Muslim yang melakukan perbuatan ini adalah seperti memakan bangkai saudaranya sendiri.

Firman Allah : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al Hujurat : 12)

Kerugian

Kerugian lain dari ghibah ialah memakan amal dan pindahnya amal pahala seseorang berpindah kepada orang lain yang ia gunjingkan, dengan kata lain amal pahalanya hilang hingga mengalami kebangkrutan.

Kebangkrutan ini adalah sia-sianya amal dari segala perbuatan ibadah yang sudah susah payah dibangun dan ditegakkannya seseorang selama ini akibat laku ghibah yang dilakukannya. 

Abu Hurairah Ra meriwayatkan hal ini,  Nabi Saw bertanya,

“Tahukah kalian siapakan orang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab,” Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta sama sekali.”

Bersabda Beliau saw,” Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang di hari Kiamat nanti dengan membawa shalat, puasa dan zakat. Tetapi ia pun datang dengan membawa dosa mencaci si anu, menuduh si anu, makan harta si anu, menumpahkan darah si anu, memukul si anu.

Akibatnya, diambillah kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan dan diberikan kepada mereka yang ia zalimi. Jika kebaikannya sudah habis padahal belum selesai pembayaran kepada mereka maka dosa-dosa mereka lah yang akan dicampakkan kepadanya lalu ia pun kemudian dilemparkan ke neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ghibah manifestasinya saat ini

Ghibah adalah salah satu prilaku kemungkaran yang saat ini menjadi populer dipertontonkan di media. Media tv dan koran berlomba menampilkan hal-hal yang belum teruji kebenarannya untuk maksud mencari sensasi berita.

Dalam kitab Duratun Nasihin perihal bab Amar Ma’ruf Nahi Munkar disebutkan bahwa menjadi suatu kerugian bila seseorang dalam hatinya senang mengikuti dan mendengarkan kemungkaran seperti dalam prilaku bergunjing (ghibah) itu, karena dengan begitu sesungguhnya dirinya telah berserikat dan menjadi kawan dalam laku kemungkaran itu.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s