Begini cara seorang mukmin membangun kepercayaan diri

In to the fire, a Firefighter searches for possible survivors

Orang mukmin pasti memiliki percaya diri, selalu rendah hati bukan rendah diri dalam bergaul dengan sesamanya.

Dasar bagi kepercayaan diri

Kepercayaan diri adalah identik dengan munculnya keberanian diri terhadap apa dan siapapun dan jauh dari sifat gamang atau ragu-ragu. Percaya diri juga terbibit dari wujud kesyukuran dan ketegasan dirinya dalam memilih kebaikan sebagai jalan atau prinsip hidupnya. 

Beberapa hal yang mendasari munculnya kepercayaan diri antara lain sebagai berikut: 

  1.  Karena adanya keyakinan bahwa yang dilakukan adalah benar dan sesuai tuntunan agama.
  2. Sebagai niat yang mulia dan didukung dengan amal shaleh yang diridhoi oleh Nya.
  3. Kemampuan untuk menempuh berbagai pilihan hidup dengan segala tantangan dan resikonya.
  4. Memiliki kapasitas diri dengan didukung  pengetahuan dan pengalaman yang cukup.
  5. Selalu berprasangka baik kepada diri

Terkait dengan dukungan dari niat mulia, diperoleh kenyataan banyak orang yang dapat menjaga niat karena Allah pada awalnya, namun tidak banyak yang mampu mempertahankan niat baiknya itu hingga akhir hidupnya. Ada nasehat, terkait pentingnya membangun niat awal yang baik agar tercapai tujuan yang baik di akhir dengan merujuk pada pandangan dari Ibnu Athaillah :

Salah satu tanda-tanda kesuksesan seseorang diakhir perjalanan adalah kembali kepada Allah diawal perjalanan.(Al hikam)

Kepercayaan diri terkait itu sebagai pilihan yang harus diambil

Kepercayaan diri juga sangat  erat dengan keberanian melaksanakan berbagai pilihan-pilihan hidup,  karena sesungguhnya hidup ini adalah pilihan. Orang yang tidak berani menetapkan pilihan pastilah bukan orang yang percaya diri dan dirinya akan menyia-nyiakan kesempatan.

Ali bin Abi Thalib Ra berkata : Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai kapanpun di tidak akan menjadi orang yang berani.

Cara dalam menetapkan pilihan juga tetap memohon petunjuk Allah, tidak dilakukan secara gegabah namun hati-hati. Dirinya akan tahu diri dikala berhadapan dengan orang lain dengan tahu persis kemampuan diri dan tidak memaksakan kehendak diri apalagi kepada orang lain sesuai Hadis riwayat Thabrani :

Tidak akan kecewa orang yang mau mengerjakan shalat Istikharah (kala dihadapkan pilihan sulit) dan tidak akan menyesal orang yang suka bermusyawarah serta tidak akan melarat orang yang suka berhemat dan lakunya sederhana

Kepercayaan diri menjadikan seorang mukmin  pandai memimpin dan tidak sombong

Karena itu membangun kepercayaan diri tidak akan menjurus pada sifat sombong dan pongah baik terhadap sesama, apalagi terhadap Allah. Cermin kepercayaan dirinya tidak terdorong untuk mempertontonkan kehebatan ilmu, jabatan dan materi namun lebih kepada kesederhanaan dan kejujuran, bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan tanpa melupakan ikhtiar dan produktifitasnya.

Dalam Buku Kebiasaan Inspiratif KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari, karya M. Sanusi. KH Ahmad Dahlan memberikan beberapa tips untuk menjadikan umat Islam saat ini memiliki kepercayaan diri tidak gamang dengan apa dan siapapun.

Melalui kepemimpinannya Umat Islam lahir secara modern, pemikiran lebih terbuka dan tidak mempermasalahkan untuk berpakaian seperti layaknya orang kafir. Namun demikian kepercayaan diri ini harus diikuti welas asih (belas kasih)   dan tidak sombong atau pongah melainkan eling lan waspodo (ingat dan waspada).

Mengatasi sifat gamang dengan prilaku yang tegas yang didasari  kebenaran agama akan membuat lawan umat islam justru akan menjadi gamang.

KH Ahmad Dahlan juga menggaris bawahi pentingnya seseorang menguasai banyak pengetahuan atau ilmu yang baik. KH Ahmad Dahlan berpesan:

Orang itu wajib mencari tambahan pengetahuan, jangan sekali merasa cukup dengan pengetahuannya sendiri, apalagi sampai menolak pengetahuan orang lain. Pengetahuan juga harus bersesuaian dengan kenyataan. Sebab kenyataan, pengetahuan itu sangat kompleks dan tidak ada seseorang yang mampu untuk mengetahui sekaligus semua nama dan semua bahasa.

Terkait dengan prasangka baik, bahwa kepercayaan diri adalah modalitas dan penentu seseorang mencapai keberhasilan dan kegagalan. Semakin seseorang itu percaya diri dan yakin, maka sedekat itulah dirinya dapat mendapatkan kesuksesannya.

Dalam hal ini prasangka baik dan berpikir positif sangat berperan menentukan kesuksesan seseorang. Karenanya tidak akan muncul kesuksesan kepada orang yang berprasangka buruk atau mendholimi dirinya.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s