Sifat bakhil (kikir) : arti dan kerugiannya

Bakhil-Sifat-yang-Tercela

 

Arti Bakhil

Bakhil artinya adalah kikir atau pelit yang ditandai dengan prilaku seseorang yang cinta harta sehingga suka menahan sesuatu yang ada pada dirinya seperti uang, makanan, dan minuman yang mestinya bisa diberikan kepada yang membutuhkan, kemudian enggan untuk memberikannya.

Bila bakhil dikaitkan dengan kewajiban melaksanakan ibadah adalah keengganan untuk  menunaikan zakat dan enggan mengeluarkan harta yang didapatnya itu di jalan Allah.

Sifat bakhil merupakan salah satu akhlak tercela, berbahaya, harus dijauhi, dan sifat yang menyebabkan orang tidak akan masuk surga.

Rasul SAW bersabda: “Jauhilah kekikiran, karena sesungguhnya ia telah mengajak orang-orang sebelum kalian untuk menumpahkan darah mereka, menodai kehormatan mereka dan memutuskan kekerabatan mereka.” (H.R. Hakim).

Dalam riwayat lain Rasul SAW bersabda:

“Dua sifat yang tidak akan berhimpun dalam diri seorang Muslim: kikir dan perangai yang buruk.” (H.R. Tirmidzi).  Sabda Rasul Saw yang lainnya: “Seburuk-buruknya sesuatu yang ada pada seseorang adalah kekikiran yang menyedihkan dan sifat pengecut yang melucuti.” (H.R. Abu Dawud). Sabda lainnya: “Tidak akan masuk surga orang yang bakhil, penipu, pengkhianat dan orang yang berperangai buruk.” (H.R. Ahmad dan Tirmidzi).

Buruknya sifat bakhil ini juga dapat dilihat pada Al-Qur’an Surat Ali-Imran ayat 180:

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Orang-orang yang bakhil termasuk salah satu golongan orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Allah SWT berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 36-37:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (Yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.”

Al Gazali menyatakan bahwa sifat ini adalah terkait kecintaan seseorang kepada harta dengan menggenggam erat-erat harta itu dalam tangannya. dirinya menjadi sangat kikir dan bakhil dalam mengeluarkan hartanya.

Celakanya sifat ini selain kikir tertuju kepada orang lain adalah sifat kikirnya itu tertuju juga terhadap dirinya sendiri, sehingga dia tidak dapat menikmati hidup secara wajar

Kerugiannya

Dari Abu Bakar ash-Shidiq ra berkata : Orang yang bakhil (pelit) itu tidak akan lepas dari salah satu diantara 7 perkara berikut :

  1. Takkala meninggal, harta warisannya akan menjadi ajang perebutan / konflik dan bila sudah didapat akan dihabiskan dan dibelanjakan tidak dijalan Allah.
  2. Allah akan memerintahkan penguasa Zalim datang kepadanya untuk merampas hartanya sehingga mempermalukannya dengan kebangganya atas hartanya itu.
  3. Dia akan lebih dikuasai syahwatnya sehingga akan menghabiskan hartanya.
  4. Membelanjakan hartanya dengan tergesa-gesa utamanya untuk pembelian bangunan-bangunan di wilayah yang rawan terhadap bencana sehingga itu hanya akan menguras hartanya.
  5. Dia akan tertimpa salah satu dari beberapa musibah didunia.
  6. Dia akan tertimpa penyakit kronis yang akhirnya hanya akan menghabiskan hartanya untuk berobat.
  7. Dia akan memendam harta disuatu tempat lalu lupa sehingga tidak dapat lagi menemukan hartanya kembali.

Bencana yang terbesar dari seorang yang kikir adalah kecintaan hartanya menjadikan dirinya lupa dan lalai kepada Allah SWT.

Al Gazali menyatakan bahwa barang siapa yang memilih atau lebih mengutamakan harta dan anak-anaknya melebihi dari apa yang seharusnya ditujukan kepada Allah untuk memenuhi perintah-perintahNya dan menjauhi laranganNya, maka orang demikian itulah yang akan sangat merugi serta menyesal sejadi-jadinya di kemudian hari.

Allah berfirman : Hai sekalian orang-orang yang beriman, janganlah kamu semua dilalaikan oleh harta-hartamu atau oleh anak-anakmu dari berdzikir (mengingat ) kepada Allah, barang siapa melakukan demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s