Cara menghadirkan hati dalam shalat menurut Al Gazali

muhasabah

Mengucapkan hal ini adalah mudah, namun melaksanakannya adalah amat sulit. Hal ini terkait lemahnya kemampuan diri dalam mengontrol pikiran yang mengembara kemana-mana, mondar mandir dikala melaksanakan shalat.

Imam Gazali menyampaikan bahwa cara menghadirkan hati tiada lain dengan menolak munculnya fikiran-fikiran tadi. Untuk mengetahuinya sebaiknya mempelajari sebab fikiran itu muncul. Sebab fikiran muncul adalah terkait kepada 2 hal yaitu pertama sebab dari luar dan yang kedua adalah sebab dari dalam.

Sebab dari luar

Sebab ini adalah apa yang didapat dari panca indera seperti sesuatu yang didengar oleh telinga atau dilihat oleh mata. Terkait dengan ini pintar-pintarlah diri menyiasatinya untuk dapat meminimalisir pengaruhnya. Sebagai contoh carilah tempat shalat yang merapat kedinding sehingga tiada terlampau luas jarak mata memandang sesuatu.

Tidak melakukan shalat ditempat keramaian, di dekat jalan, banyak lalu lalang orang sehingga memecah konsentrasi untuk khusyuk shalat. Pilih juga ditempat yang tidak penuh hiasan dan pahatan dinding dan lantainya yang tidak berwarna warni.

Nabi Saw juga mencontohkan bahwa dari pakaian yang dikenakan juga dapat melengahkan shalat sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi Saw mengenakan pakaian bersulam pemberian Abu Jaham. Selesai shalat pakaian ini dilepas oleh beliau karena dinilainya telah melengahkan shalatnya.

Sabda Nabi saw: Pergilah membawa pakaian yang ini kepada Abu Jaham, sebab yang ini dapat melengahkan hatiku dikala shalat tadi dan bawalah kemari kain polosnya abu Jaham saja (yak tidak bersulam) (HR Bukhari Muslim)

Sebab dari dalam

Sebab ini adalah yang paling hebat pengaruhnya terhadap kekhusyukan shalat. Untuk dapat menolaknya adalah berusaha mengerti makna shalat dengan terus memperbaharui niat sebelum shalat dan menjadikan shalat ini sebagai yang terakhir dan bertujuan akhirat.

Makna lain yang harus dipahami bahwa shalat adalah tempat untuk bermunajat kepada Allah serta diri sadar kalau berhadapan dengan Allah. Keyakinan senantiasa dimunculkan bahwa Allah maha tahu dan maha memeriksa terhadap segala gerak yang ada dihati.

Bila tidak mampu juga perlu dicari penawar berupa obat pembersih yang mampu mengobati sumbernya. Bila diri jujur dan sportif tentu sumbernya mudah diperoleh sebagai penyebab kelengahan yaitu kecenderungan diri kepada syahwat dan kesenangan dunia.

Wallahu a’lam

3 thoughts on “Cara menghadirkan hati dalam shalat menurut Al Gazali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s