Malu: arti dan anjuran memilikinya

malu

Nabi Saw bersabda: bahwa malu adalah sebagian dari Iman. dan iman berada dalam syurga. Sementara kasar merupakan sebagian dari budi pekerti yang buruk, dan budi pekerti yang buruk berada di neraka.

Malu merupakan salah satu dari 4 tanda keimanan bersama tanda keimanan lainnya yaitu ketakwaan, bersyukur dan kesabaran. Karena itu sifat malu ini dikenal sebagai sifat para nabi dan para pewarisnya.

Malu berdasarkan pendapat para ulama

1. Sheik Nawawi al Bantani

Dalam kitab Nashaihul Ibad, rasa malu terbagi dalam 2 macam:

  • Malu yang bersifat naluriah adalah malu yang dikaruniakan Allah kepada setiap manusia…seperti rasa malu bila terbukanya aurat atau melakukan kemesraan ditempat umum.
  • Malu yang bersifat imaniah adalah rasa malu yang mencegah seseorang dari berbuat atau melakukan maksiat, karena takut kepada Allah .

2. Abu Laits as Samarqandi

Dalam kitab tanbihul Ghafilin, Malu itu mempunyai 2 maksud yaitu :

  • Malu antara dirimu dan sesama manusia
  • Malu antara dirimu dengan Tuhanmu

Dijelaskan lebih lanjut bahwa malu yang pertama, maka hendaknya kamu memejamkan matamu dari apa yang tidak halal bagimu. Sementara malu pada maksud yang kedua adalah hendaknya kamu menyadari akan limpahan karunia nikmatnya sehingga kamu merasa malu untuk durhaka kepadaNya.

3. Abdullah bin Mas’ud

Rasa malu pengertian yang kedua diambil dari kitab usfuriyah sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud bahwa nabi bersabda:

Malulah kepada Allah dengan sungguh sungguh. Saya malu wahai nabi , Kata sahabat. Jawab nabi saw: bukan begitu caranya, tetapi yang dimaksud sungguh sungguh malu kepada allah, hendaklah menjaga kepala dan isi perut, mengingat kematian dan cobaan. Barangsiapa menghendaki akhirat ia meninggalkan gemerlap kehidupan dunia dan menomorsatukan akhirat. Barang siapa melakukan itu maka ia sungguh sungguh malu kepada Allah dengan malu yang benar.

4. Imam Nawawi

Dalam 40 hadits Arbain Imam Nawawi dalam hadist ke 20 diriwayatkan dari Abu Mas’ud, ‘Uqbah bin ‘Amr Al Anshari Al Badri radhiyallahu anhu, ia berkata : Rasulullah Saw telah bersabda :

“Sesungguhnya diantara yang didapat manusia dari kalimat kenabian yang pertama ialah : Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” (HR. Bukhari)

Sabdanya “kalimat kenabian yang pertama”, maksudnya ialah bahwa rasa malu selalu terpuji dan dipandang baik, selalu diperintahkan oleh setiap nabi dan tidak pernah dihapuskan dari syari’at para nabi sejak dahulu.

Sabda beliau : “berbuatlah sekehendakmu”, mengandung dua pengertian, yaitu : pertama, berarti ancaman dan peringatan keras, bukan merupakan perintah, sebagaimana sabda beliau : “Lakukanlah sesuka kamu” Yang juga berarti ancaman, sebab kepada mereka telah diajarkan apa yang harus ditinggalkan. Demikian juga sabda Nabi Saw : “Barang siapa yang menjual khamr maka hendaklah dia memotong-motong daging babi”. Tidak berarti bahwa beliau membenarkan melakukan hal semacam itu.

Pengertian kedua ialah hendaklah melakukan apa saja yang kamu tidak malu melakukannya, seperti halnya sabda Nabi Saw: “Malu itu sebagian dari Iman”. Maksud malu di sini adalah malu yang dapat menjauhkan dirinya dari perbuatan keji dan mendorongnya berbuat kebajikan.

Demikian juga bila malu dapat mendorong seseorang meninggalkan perbuatan keji kemudian melakukan perbuatan-perbuatan baik, maka malu semacam ini sederajat dengan iman karena kesamaan pengaruhnya pada seseorang.

Perbuatan malu yang tidak boleh dilakukan

Namun demikian tidak semua malu harus diikuti, misalnya dalam menuntut ilmu harus dijauhkan dari rasa malu. Dalam Nashaihul Ibad selanjutnya  disampaikan bahwa jangan tinggalkan ilmu karena malu. Malu memang sebagai sifatnya Nabi dan orang shaleh, namun malu dalam menuntut ilmu adalah malu yang salah tempat.

Wallaahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s