Pahala lebih banyak bagi yang bersusah payah membaca Al Quran.

Little-boy-is-reading-Quran

Tidak perlulah berkecil hati sekiranya masih dalam tahap tidak lancar dalam  membaca Al Quran. Tetap berupaya belajar terus untuk menguasainya walau harus susah payah sampai tersendat-sendat hingga mengulang-ngulangnya.

Dalam hal demikian Allah memberikan dua pahala yaitu pahala dalam membaca Al Quran dan pahala karena mengikhtiarkan dalam membacanya. Imam Qurthubi menghadirkan hadist yang membahas perbedaan derajat orang yang membaca Al Quran sebagaimana riwayat:

Imam Muslim Ra dari Aisyah Ra, ia berkata: Rasulullah bersabda:  Orang yang mahir membaca Al Quran bersama dengan para malaikat, sedangkan orang yang membaca Al Quran dan ia tersendat-sendat karenanya dan merasa payah, maka ia mendapatkan dua pahala (HR Muslim)

Dalam penjelasannya Imam Qurthubi menyampaikan bahwa berdasarkan itu derajat orang yang membaca Al Quran adalah terbagi 2 yaitu:

Derajat orang yang mahir

Derajat ini adalah seseorang yang mahir Al Quran sehingga orang itu memiliki pembeda (Furqan) dalam mengetahui hukum-hukumnya, memahami kehendak Allah, mengetahui beda ayat Makyah dan Madaniyah, ayat Mukhamat dan Mutasyabihat, mengetahui i’rab (kedudukan kata) dan gharibnya(kata-kata asing yang jarang dipergunakan).

Kemudian menghubungkannya dengan sunnah Nabi sehinga seorang itu mencapai apa yang dikehendaki Allah dan terbukanya hukum-hukum  Allah dalam bacaan Al Quran itu.

Firman Allah : “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.(Ali Imran : 79).

Rabbani artinya adalah orang yang mengetahui agama Tuhannya dan mengamalkannya sesuai dengan pengetahuannya tersebut. Adh-Dhahak memberikan penafsiran ayat itu dengan berkata: Hendaknya setiap orang yang belajar Al Quran menjadi orang yang fakih (benar-benar memahami).

Derajat orang yang baru belajar membaca Al Quran

Para ulama berkata: Maksud tersendat-sendat dalam membaca Al Quran adalah mengulang-ngulang membacanya karena kesulitan. Dan ini Wallahu a’lam adalah untuk orang yang sedang belajar. Kepadanya ia mendapat dua pahala karena membaca Al Quran dan sebab kepayahannya berusaha membaca Al Quran.

Bila sudah menguasai bacaan, sebaiknya juga menghafalnya. Bila dalam menghafal juga mengalami kendala tidak hafal hafal, maka tetaplah istiqomah. Ini keutamaannya ketika kita menghafal namun tidak hafal hafal, maka dipastikan mata, telinga dan lisan enggan untuk melakukan maksiat, semakin lama kita mencoba menghafal terhindarlah kita sehingga diri menjadi bersih.

Menghafal Al Quran namun tidak hafal hafal, maka berprasangka baiklah kepada Allah. Karena Allah itu cinta kepada kita dengan tidak memberikan ayat ayatNya sampai kita benar benar layak dicintaiNya.

Memang dengan sulit membaca apalagi menghafal itu memang melelahkan. Namun bagi orang yang yakin, lelah yang demikian ini memuaskan, karena setiap lelahnya dicatat sebagai amal sholeh. Semakin lelah semakin sholeh.

Dari semua itu Imam Qurthubi menggaris bawahi pentingnya niat yang ikhlash dalam membaca Al Quran baik yang sudah menguasai maupun yang masih belajar. Banyak orang yang mencari ilmu hanya untuk pamer bermegah-megahan dan mencari kemuliaan dunia.

Walau sudah mahir masih saja seseorang itu memiliki niat serupa itu, namun demikian tidaklah perlu kuatir, karena Al Quran sendiri yang akan menjaga seseorang dari kecenderungan dunia. Menguatkan akan hal itu Imam Hasan berkata: Dulu kami menuntut ilmu hanya karena dunia lalu ilmu itu (Al Quran) menarik kami ke akhirat” .

Wallahu a’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s