Ada yang salah dalam hidup seseorang saat ini

sibuk

Saya mendapat tulisan ini dari Ustadz Ahmad Zainudin tidak secara langsung tetapi lewat media sosial. Tulisan ini sederhana namun memaparkan fakta tentang sisi kehidupan seseorang di zaman modern ini. Tulisannya sebagai berikut:

Dulu, orang tua kita barangkali bekerja setelah matahari terbit dan sudah kembali kerumah sebelum matahari terbenam. Walaupun memiliki banyak anak, rumah halaman yang dimiliki mereka tetap luas, bahkan tidak sedikit yang memiliki kebun dan semua anak-anaknya bersekolah.

Sekarang,  banyak yang berangkat kerja saat subuh dan sampai kerumah setelah isya, tapi rumah dan tanah yang dimiliki tidaklah seluas rumah orang tua kita dan bahkan banyak yang takut memiliki anak banyak, kuatir akan kekuarangan. Ini adalah cerminan Al Quran melalui firmanNya:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”.(Al Baqarah : 155)

Menyimak hal yang demikian, ada yang salah dengan cara hidup orang modern. Orang tua kita hidup tanpa banyak alat bantu, tetapi tenang dalam menjalani hidupnya. Sementara kita yang dilengkapi teknologi yang katanya memudahkan kehidupan, cenderung selalu repot. Orang sekarang memiliki mesin cuci, kompor gas, kulkas, gadget / HP dengan email, Fb, twiteran, ipad, ruang berAC, kendaraan, TV yang semuanya menjanjikan kemudahan hidup.

Tetapi ternyata hal itu tidaklah memudahkan, namun sebaliknya, menjadi tidak menikmati hidup, Mengapa hal demikian itu terjadi, karena ada dua hal yaitu pertama, kecenderungan diri yang sangat terhadap benda-benda itu malah menjadikan diri terbelenggu, sibuk dan  tidak bisa lepas dengan itu (seperti berapa banyak orang yang tidak bisa lepas dari hp, internet, games, tayangan TV, dan sebagainya).

Kedua sebagai penyebab tidak menikmati hidup karena segala sesuatunya dilakukan dengan terburu-buru. Berangkat kerja terburu-buru,  pulang juga terburu-buru, makan siang terburu-buru, dilampu merah terburu-buru, mendapatkan informasi terburu-buru takut ketinggalan, berdoa juga terburu-buru bahkan sholatpun ikutan menjadi terburu-buru dilakukan.

Sifat terburu-buru diatas adalah sesuai atau bukti dari Al Quran akan sifat manusia yang memang terburu-buru sesuai firmanNya:

Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.(Al Isra : 11).

Semua dilakukan terburu-buru, hanya mati yang tidak menginginkan seseorang untuk terburu-buru.

Saking takutnya akan kurangnya harta untuk keluarga sampai-sampai kita berhitung dalam bersedekah, sementara Allah tidak pernah hitungan dalam memberikan nikmat atau rezeki kepada kita. Ini juga masih bukti dalam Al Quran melalui firmanNya:

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” (Al baqarah : 268)

Bahkan saking lebih takutnya kehilangan pekerjaan hingga berani melewatkan shubuh, sholat maghrib dan sebagainya. Sampai dimanakah hidup kita pada hari ini ?…

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s