Keutamaan sedekah rahasia dan pengaruhnya kepada penerima

Sedekah-anak-yatim

Orang yang sedekah secara sembunyi-sembunyi / rahasia adalah tidak ingin dirinya sebagai pemberi diketahui oleh sipenerima, cukup hanya Allah saja. Dalam post terdahulu terdapat kehebatan orang yang bersedekah secara sembunyi yakni akan dicintai Allah dan diberikan tambahan rahmatNya serta akan medapatkan perlindungan Allah dikala sudah tidak ada perlindungan pada hari kiamat kelak.

Melihat itu sudah tentu apa yang disedekahkan itu nilainya di mata Allah adalah sangat besar dan sudah tentu berpengaruh kepada yang menerimanya. Ini ada kisah mengenai seseorang yang sedekah sembunyi-sembunyi namun salah sasaran, namun Allah kemudian menunjukkan bahwa sedekahnya itu tidak sia-sia dan berpengaruh besar kepada penerimanya. Apa pengaruhnya dari sedekah sembunyi-sembunyi yang dilakukannya itu, ikutilah kisahnya sebagai berikut :

Diriwayatkan didalam riwayat shahih Bukhari seseorang yang menginginkan mendapat keutamaan dari bersedekah secara rahasia. Iapun kemudian mengumpulkan uang, lalu malam-malam agar tidak diketahui orang lain, dia berusaha mencari orang yang berhak. Didapatinya seseorang yang sedang termenung sendirian di suatu jalan, kemudian ia bergumam: “Inilah orang yang cocok untuk mendapatkan sedekahku, tengah malam masih belum tidur, mungkin berfikir tidak mempunyai sesuatu yang dimakan besok”.

Maka kemudian dilemparkan uang kepada orang itu dan iapun pergi. Esoknya terdengar khabar ada seorang pencuri yang mendapatkan uang kaget dari orang yang tidak dikenal. Ia berkata :‘Wahai Allah, niatku adalah untuk diberikan kepada yang berhak, namun ternyata ia pencuri, baiklah saya akan tetap melanjutkan untuk meniatkan bersedekah secara rahasia lagi.”

Iapun mengumpulkan uang lagi, setelah cukup kemudian ia keluar mencari orang yang berhak diberikan. Ketemu akhirnya orang tua renta yang tertatih dengan tongkatnya. Tidak ada seorangpun yang menemaninya sehingga timbul kasihan dan ia berkata: “Ini pasti orang susah”.  Lalu dilemparkan uangnya kepada orang tua itu dan iapun berlari menjauh.

Esok harinya, dia mendengar khabar bahwa orang tua yang diberikan uang itu adalah orang yang paling kikir dan mendapat uang secara tiba-tiba.  Ia kemudian berkata : Wahai Allah bagimu segala puji, aku telah memberikan hartaku kepada orang kaya yang paling kikir dan menjadi tidak berguna sedekahku. Namun ia tidak kapok untuk meniatkan bersedekah dengan rahasia

Ketiga kali, dia mengumpulkan uang kembali dan siap untuk diberikan kepada seseorang. Kemudian dia bertemu dengan seorang wanita yang sedang duduk dan ia memberikannya kepada wanita itu. Keesokan harinya terdengar khabar, kalau ada seorang pelacur yang mendapatkan hartanya. Ia berkata “Ya Robb cukup 3 kali ini, sudah cukup hartaku diberikan kepada pencuri, orang kikir dan kini seorang pelacur, dan saya tidak akan bersedekah lagi.”

Maka Allah kemudian menunjukkan bukti bahwa sedekahnya tidaklah sia-sia. Beberapa tahun kemudian, pencuri yang memakan harta halal darinya, menyatakan diri untuk bertobat dan katanya : “Subhanallah, aku selama ini terus mencuri sekarang Allah beri kesempatan kepadaku untuk bertobat”.  Ia mendengar khabar dari seorang wali Allah yang mendengar langsung kesaksiannya bahwa dia sadar akibat mendapatkan harta yang tidak dikenalnya, dikala mendampingi orang itu saat menemui ajalnya.

Kepada orang yang kedua, kemudian dia juga mendengar khabar kalau orang tua itu telah bertobat setelah dia disedekahi oleh orang lain yang tidak diketahui asal muasalnya, padahal dirinya sangat kikir. Akhirnya dirinya beratobat dan membangun panti asuhan untuk yatim piatu dan orang fakir.

Lalu bagimana yang ketiga. Tidak ada jawaban bagimana khabar wanita yang diberinya sedekah. Hingga 30 tahun barulah ia mendengar dari 2 orang ulama yang ditemuinya kakak beradik. Kemudian ia tertarik dan menanyakan latar belakang 2 ulama ini, katanya: Anak ini berasal dari mana?. Kemudian 2 ulama ini serempak berkata: “Ibu kami adalah seorang pelacur, tapi gara-gara mendapat sedekah dari orang yang tidak dikenal, ibunya kemudian bertobat dan uang itu lantas digunakan untuk menyekolahkan kami hingga menjadi ulama seperti saat ini.

Pelajaran ini kisah ini adalah tetapkan diri untuk bersedekah tak perlu kuatir apabila pihak diberi sedekah itu salah sasaran seperti cerita diatas.  Dalam kaitan ini. Tuhan meyakinkan bahwa dikala seseorang bersedekah, pahalanya akan langsung dan cepat dicatat sebagai satu kebaikan, sebelum sedekah itu sampai ketangan yang menerima. Rezeki halal apalagi yang dilakukan secara sembunyi berpengaruh besar bila dimakan yang akan mendorong seseorang untuk berbuat baik, itulah yang dialami dari 3 orang yang dahulunya jelek kemudian berubah karena memakan rezeki yang halal.

Wallahu a’lam

Dikutip dari ceramah Habibana Munzir Al Musawwa (majelisrasulullah.org)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s