Rajab dan keutamaan memperbanyak ibadah didalamnya

images rajab

Beberapa hari lagi umat Islam akan memasuki bulan Rajab. Bulan ini memiliki keistimewaan dan menjadi sebuah tradisi untuk mempersiapkan masuknya bulan ini. Rasulullah saw sendiri apabila memasuki bulan Rajab beliau senantiasa berdo’a: Yaa Allah, Anugerahkanlah kepada kami barakah di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan (H.R. Ahmad)

Senada dengan itu ada garis lurus antara Rajab, Syaban dan Ramadhan yang sering digunakan ulama untuk  memotivasi mengagungkan bulan-bulan itu dari riwayat Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Saw bersabda: “Rajab itu bulannya Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku.”. Namun demikian Keutamaan bulan Rajab sendiri adalah berdasarkan Al Quran dalam surat Attaubah : 36. (1).

Dalam surat tersebut tidak spesifik menyebut Rajab sebagai salah satu bulan Haram, baru pada hadist Nabi Saw hal itu menjadi jelas penyebutan bulan Rajab sebagai bulan yang berada diantara Jumadil Akhir dan Sya’ban. (2)Dari ayat Al Quran dan hadist itu nyata ada keutamaan bulan ini berdasarkan pertama kedudukan Rajab sebagai bulan haram dan kedua adanya peringatan dari manusia untuk tidak berbuat maksiat dan dosa, mengharamkan kezaliman terjadi, lebih-lebih kepada diri sendiri.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bulan Rajab sering diartikan sebagai bulan yang terlarang dilakukan peperangan. Hal ini didasarkan bunyi  surat al Baqarah : 217,(3). Namun demikian perlu hati-hati akan hal ini sesuai ucapan Imam Baihaqi yang menyatakan bahwa umat jahiliyah terdahulu juga sangat mengagungkan bulan ini, sampai-sampai mereka tidak berani melakukan perang didalam bulan itu.

Kehati-hatian ini juga diperlukan jangan sampai ibadah umat Islam hanya bertumpu kepada bulan-bulan haram saja sehingga mengabaikan hari-hari yang lain, karena intinya semua waktu adalah baik untuk ibadah kepada Allah.

Dalam kitab Duratun Nasihin, cara memperingati bulan haram adalah dengan memperbanyak melakukan berbagai kebajikan didalamnya termasuk melaksanakan berbagai macam ibadah  banyak berzikir dengan memperbanyak membaca  Al Quran, bershalawat, puasa dan menegakkan shalat malam. Kebajikan melalui ibadah yang dilakukan pada bulan haram itu sudah tentu menjadi istimewa dimata Allah.(4). Beberapa ibadah itu adalah :

Perbanyak dzikir kepada Allah, membaca Al Quran  dan bershalawat kepada Nabi Saw.

Ada hadist Nabi Saw yang menganjurkan untuk memperbanyak zikir, membaca Al Quran dan bershalawat kepada Nabi Saw. Dalam hadis itu disampaikan barang siapa yang banyak bersholawat kepada Nabi Saw akan dipersembahkan nikmat yang banyak di surga berupa persembahan air  yang mengalir yang rasanya manis bak madu, sejuk bila diminum dan harum baunya (5)

Perbanyak shalat malam

Kaitan bulan Rajab dengan shalat adalah sangat jelas, terkait turunnya perintah Shalat 5 waktu kepada Umat Islam yang didapat langsung Nabi Saw dari Allah Swt dalam peristiwa Ista Mi’raj. Bila diri sudah mampu menegakkan shalat 5 waktu tiada salahnya dengan melengkapi dengan menegakkan  shalat sunat lainnya, utamanya shalat malam. Dengan shalat malamnya itu diri, keluarga dan siapa yang menjadi tanggung jawabnya akan terlepas dari bencana dunia dan siksa diakhirat (6).

Terkait kekhususan bulan rajab dengan melakukan shalat rajab/ raghaib tidak ada tuntunan, karena itu adalah warisan dari kebiasaan orang terdahulu/jahiliyah

Perbanyak puasa

Beberapa hadis menyebutkan keutamaan puasa yang dilakukan pada bulan Rajab adalah sebagaimana tuntunan Nabi Saw yang menyatakan sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah yang dilakukan pada bulan haram (7).

Al-Ghazali menyatakan puasa keutamaannya dengan memperhatikan hari, minggu atau bulan yang utama. Terkait hari utama dalam siklus terkait siklus tahunan bahwa Rajab terkategori al-asyhur al-fadhilah di samping Zulhijjah, Muharram dan Sya’ban. Rajab juga terkategori al-asyhur al-hurum di samping dzulqa’dah, dzul hijjah, dan muharram.

Terkait hukum puasa dan ibadah pada Rajab, Imam Al-Nawawi menyatakan “Memang benar  tidak satupun ditemukan hadits shahih mengenai puasa Rajab, namun telah jelas dan shahih riwayat bahwa Rasul saw menyukai puasa dan memperbanyak ibadah di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram, maka selama tak ada pelarangan khusus puasa dan ibadah di bulan Rajab, maka tak ada satu kekuatan untuk melarang puasa Rajab dan ibadah lainnya di bulan Rajab” .

Lalu bagaimana mensikapinya?

Bila melihat uraian diatas, dengan  tidak adanya dalil yang jelas dan dapat menguatkan keutamaan puasa di bulan Rajab, sedikit banyak hal ini dapat mengurangi semangat seseorang untuk kemudian mau menjalankan puasa. Namun bila melihat rangkaian bulan kedepan yang berkulminasi pada Ramadhan sebagai kemenangan umat Islam, kiranya ini dapat menjadi jelas dan dapat dipahami.

Doa yang dipanjatkan Nabi Saw dapat diperoleh pelajaran agar bulan Rajab dapat menjadi awal atau hijrah seseorang untuk mendapatkan kemenangan puasa di bulan Ramadhan. Hijrah ini erat kaitannya dengan bulan rajab dimana ada peristiwa Isra Mi’raj, untuk mulai memperbaiki diri secara bertahap melalui latihan (riyadhah) dan bermujahadah dalam  berpuasa rajab itu.

Allah menyukai sesuatu dilakukan melalui proses, sedikit demi sedikit namun dapat kontinue. Sehingga ini, akan  baik juga buat kesehatan dimana tubuh secara bertahap dalam menerima puasa yang dilakukan sebelumnya tidak ujug-ujug hanya dilakukan saat bulan Ramadhan saja.

Wallahu a’lam

  1. Firman Allah : Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.(QS Attaubah:36)
  2. Sabda Nabi Saw: Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana penciptaan langit dan bumi. Dalam setahun terdapat 12 bulan dan diataranya terdapat 3 bulan mulia yang berurutan yaitu Zulqaidah, Zulhijah dan Muharram dan bulan Rajab mudhar yang berada diantara Jumada dan Sya’ban. (HR Bukhari)
  3. Firman Allah : Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.(Al Baqarah 217)
  4. Nabi saw. bersabda: “Siapa menyambut kehadiran malam pertama bulan Rajab, dengan aktifitas keagamaan, seperti shalat malam, baca Qur’an, dzikir dan lain-lain, maka ia berjiwa hidup sekalipun umumnya manusia mati hatinya, dan Allah mencurahkan kebaikan dari (fikiran) bawah kepalanya, ia bersih dari dosa seperti baru lahir dari kandungan ibunya, dan ia diizinkan mensyafa’ati 70.000 ahli berdosa yang seharusnya di neraka.” (Demikian dikutip dari kitab Lubil Albab, karya Maula Tajul ‘Arifin/A’rajiyah).
  5. Sabda Rasulullah SAW: “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.
  6. Dari Anas bin Malik, Nabi saw. bersabda: “Siapa shalat sunah di malam bulan Rajab sesudah shalat Maghrib, setiap raka’at ba’da Fatihah membaca surat Ikhlas (demikian sampai 20 rakaat dibuat 10x salam), maka ia dipelihara dirinya, keluarga dan mereka yang menjadi tanggung jawabnya dari mala petaka dunia dan siksa akhirat”. 
  7. Nabi bersabda : Seutama-utama puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan-bulan al Muharram (Zulqaidah, Zulhizah, Muharram dan Rajab)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s