Imam Nawawi ulama yang cerdas, wara’ dan zuhud

fortyhadith

Saya sangat menyukai Imam Nawawi, dengan kitab Riadhus Shalihin dan 40 hadis (Hadis Arbain Nawawi) yang dipilihkan, seakan sudah lebih dari cukup untuk dijadikan referensi dalam membimbing kehidupan seorang muslim menjadi lebih baik. Banyak kisah tentang imam Nawawi ini namun ada ulasan singkat mengenai perjalanan hidup Imam Nawawi yang dilihat dari sifat zuhud, wara’ dan kecerdasannya sebagai berikut :

Pada suatu malam, seorang anak kecil bernama Yahya terjaga dari tidurnya. Dia terkejut bukan main, ketika tiba2 dilihat sebuah cahaya yang amat terang menerangi rumahnya. Dia bertanya-tanya, cahaya apakah ini ? Namun dia masih kecil berumur 7 tahun belum mengerti makna kejadian itu. Hal yang dilakukannya adalah bergegas membangunkan orang tuanya dan bercerita apa yang baru saja dilihatnya.

Ayahnya mendengarkan cerita Yahya. Dia baru sadar kalau waktu itu adalah tanggal 27 Ramadhan. Para ulama mengatakan bahwa cahaya itu adalah wujud Lailatul Qadar. Ayahnya kemudian berpikir bahwa itu tanda yang baik buat anaknya. Keesokan harinya Yahya diantar ke seorang guru hafidz Quran dan ayahnya menginginkan dirinya menjadi seorang hafidz. Yahya tidak menolak dan menerima keputusan ayahnya, malahan dia sangat menyukai penghafalan Quran itu.

Kecintaannya kepada Al Quran memudahkan jalan dia khatam Al Quran sebelum akil baligh. Suatu ketika dia dipaksa bermain-main oleh temannya. Terpaksa ia menuruti kemauan teman-temannya, namun apa yang dilakukan disela bermain dia lebih suka menghafal al Quran.

Ulama pada masa itu Sheikh Yasin Bin Yusuf as Zarkasy, terkesan dengan keistimewaan Yahya dan segera mendatangi ayahnya dan berkata: “Kelak Yahya akan menjadi orang yang paling cerdas dan zuhud”.  Ayahnya Yahya kaget dan seakan tidak mempercayainya. Sheikh Yahya melanjutkan:  “bahwa Allah memudahkan lisanku berkata yang demikian”.

Dikemudian hari anak kecil yang bernama Yahya ini berubah menjadi ulama yang paling zuhud dan paling cerdas di masanya, Dialah Al Imam An Nawawi.

Ada 3 kisah keteladanannya yang dapat menjadi motivasi orang untuk giat menuntut ilmu, wara’  dan berprilaku zuhud.

  • Pertama adalah cara dia belajar sangatlah haus ilmu tidak saja hadist, tafsir, nahwu, bahkan ilmu pengetahuan umum seperti kedokteran juga digelutinya. Dia jarang tidur karena  sangat menyenangi buku-buku sehingga bila tertidurpun  diatas tumpukan buku-bukunya.
  • Kedua adalah sifat wara’nya. Dirinya tidak pernah mau makan apel, padahal apel adalah buah terlezat. Dirinya demikian karena mengetahui apel yang tumbuh didaerahnya itu berasal dari tanah wakaf yang hilang dan kini digunakan untuk berkebun apel.
  • Ketiga sangat tegas menolak untuk mengeluarkan fatwa dari raja Zahir Bebres untuk menghimpun dana rakyat membeli senjata guna menghadapi bangsa Tartar, padahal semua ulama sudah setuju. Menurutnya keputusan Raja hanya akan menyengsarakan rakyat. Dia dimurkai raja sehingga diperintahkan untuk tidak diberikan gaji dan kedudukan kepadanya. Imam Nawawi kemudian diusir dari Damaskus. Dia pergi kesuatu desa bernama Nawa, dari sanalah dia dikenal sebagai An Nawawi. Para ulama kemudian berontak kepada raja agar Imam Nawawi dikembalikan. Namun Imam Nawawi berkeras tidak akan kembali jika Raja Zahir Bebres masih berkuasa. Benar akhirnya Imam Nawawi kembali sebulan kemudian ke Damaskus setelah mendengar kematian Raja tersebut.

Wallahu a’lam

Disadur darii kmmpugm.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s