Sibuk namun tetap miskin

maaf kami sedang sibuk

Nabi Saw bersabda: Aku menjamin 3 hal untuk 3 orang : Untuk yang sibuk terhadap dunia, orang yang paling loba akan dunia dan orang yang kikir terhadap dunia, dengan kemiskinan yang tidak ada kaya setelahnya, sibuk yang tiada hentinya dan susah yang tiada gembiranya

Orang sekarang sangat bangga bila mendapat cap sibuk. Sibuk diartikan bahwa dirinya orang penting, berjadwal padat, sukar dihubungi dan menjadi tidak jelas bagaimana menemuinya karena saking sibuknya. Sah sah saja untuk sibuk yang demikian, masalahnya apakah sudah sesuai dengan  sibuk yang dilakukan dengan hasil yang didapat?.

Disini bukan berarti mengajak untuk mengukur seseorang dengan materi, namun hanya untuk mengingatkan kembali atau untuk menata kembali makna tentang sibuk itu. Sibuk sebagai manifestasi kesungguhan tidaklah menjadi masalah, namun apakah harus sesibuk itu untuk mencari rezeki seakan waktu yang disediakan 24 jam masih kurang sehingga perlu dtambah menjadi 30 jam sehari semalam.

Anehnya yang berprilaku demikian sibuk, hasil yang didapat tidak selalu sejalan dengan orang yang biasa saja, tidak begitu sibuk namun dapat menuai hasil yang lebih baik. Orang kini semakin terlihat sibuk, namun kemiskinan tetap membayang, padahal mereka telah bersungguh-sungguh berangkat kerja sebelum shubuh dan kembali setelah Isya dan kadang waktu istirahat juga terpakai.

Mengamati perbandingan adanya perbedaan Allah dalam memberikan karunia kepada orang yang sibuk itu lantas muncul pertanyaan, apakah Allah lalai kepada orang sibuk itu? apakah tidak ada balasan bagi mereka yang sibuk dengan kesungguhan mereka dalam bekerja?.

Jawabnya tentu sebagai muslim adalah semuanya tiada yang luput dari pandangan Allah dan Allah maha adil dalam menetapkan seseorang untuk diberikan rezeki kepada hambaNya. Dilapangkan atau disempitkan rezekinya kepada yang disukai dan dibenciNya adalah wewenang Allah. Bila demikian pertanyaannya tentu ada yang salah dalam diri melakukan kesibukan.

Bila demikian, coba introspeksi sejenak pembagian waktu yang dilakukan dalam diri bersibuk ria itu.  adakah sedikit waktu diberikan untukNya, padahal diri tahu kalau semuanya kesehatan, kepandaian dan kekuatan diri dalam bekerja adalah karunia Allah.

Sudahkah dipenuhi amanat tubuh untuk beribadah dan harta yang diperoleh dikembalikan sebagian ke jalan Allah? Sudahkah waktu kesibukan itu terbagi secara adil bagi keluarga atau yang menjadi tanggungannya? dan lain sebagainya.

Pada awalnya saya susah mendapatkan jawabanya, namun akhirnya menjadi jelas setelah mendapatkan dasar ayat Al Quran dan hadis yang diriwayatkan beberapa perawi dibawah ini untuk menjawab mengapa orang yang sibuk namun tetap miskin sebagai berikut:

Kesibukan sebagai cerminan sifat ketergesa-gesaan dan jahilnya manusia

Sibuk di kota-kota besar identik dengan prilaku warganya yang terlihat tergesa-gesa atau buru-buru dalam segala hal. Bekerja cepat adalah ideal, namun bekerja tergesa-gesa sehingga terlihat sibuk tidak karuan hanya akan menjadi kontra produktif.

Sibuk yang dilandasi ketergesa-gesaan tidak mencerminkan bagusnya kinerja namun karena tidak fokus, kurangnya perencanaan dan kemampuan mengatur waktu.

Firman Allah : Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.(Al Isra : 11).

Manusia bersifat jahil atau bodoh dalam artian kesibukan dengan tiada habis mengejar kedudukan, harta dan keindahan serta kenyamanan hidup  dianggapnya berujung kebahagiaan.

Kesibukan mengejar kebutuhan telah menyebabkan waktunya  dari pagi sampai malam dan tenaga dan pikirannya terkuras untuk mengurus persoalan dunia, sehingga tiada kesempatan menyadari bahwa dirinya akan mati dan harta yang didapat dari semua itu tidak akan dibawanya mati.

Itulah maksud jahil atau bodoh sehingga akhirnya manusia yang demikian mengalami kerugian. Tidak perlulah diuraikan bagaimana kerugian diakhirat kelak.

Kesibukan yang tiada bersesuaian dengan kehendak Allah

Bisa jadi sesuatu yang banyak disibukkan adalah akan hal-hal yang menjauhkan diri kepada Allah. Seperti beberapa kali mengorbankan atau melalaikan waktu shalat karena keasyikan bekerja. menyia nyiakan waktu untuk keluarga hanya untuk kepentingan dinas, sehingga Allah tidak menyukainya. Ada 2 hadist terkait hal ini sebagai berikut:

Dari riwayat   Imam Al Hasan, ia berkata : “Tanda bahwa Allah menjauh dari seseorang yaitu apabila orang itu sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna bagi kepentingan akhiratnya”.

Anas bin Malik Ra bahwasanya Nabi Saw bersabda: Dalam hadist Qudsi bahwa Tuhan telah berfirman : Wahai anak adam, menyembahlah kepadaKu dengan sungguh-sungguh, niscaya aku akan penuhi hatimu dengan kekayaan dan kedua tanganmu dengan rezeki.

Wahai anak adam janganlah engkau menjauh dariku sebab jika menjauh niscaya Aku akan penuhi hatimu dengan kefakiran dan tangamu dengan kesibukan yang sia-sia (HR Athabrani dan AlHakim)

Tidak ada alasan sibuk dengan melalaikan ibadah, karena hal itu telah  dicontohkan bahwa Nabi Sulaiman As pemilik kerajaan yang sangat kaya, namun tetap taat beribadah.

Kesibukan yang tidak didasari  sifat zuhud dalam urusan yang dilakukan.

Allah tidak membiarkan hambaNya dan akan memberikan hasil kepada hambaNya yang selalu bersungguh-sungguh. Namun demikian bagi hambanya yang tidak memiliki sifat zuhud maka Allah akan menyebarkan urusannya (menjadi sibuk) menjadikan kemiskinan selalu terbayang dimatanya dan menjadikan hati yang tidak tenang dan risau.

Sebaliknya bagi orang zuhud Allah mengumpulkan semua urusannya sehingga efisien gerakannya dan menjadikan diri mereka kaya dan hati selalu tenang.

Sabda Nabi Sabda Nabi Saw : Kosongkan dirimu dari kerisauan dunia sedapat mungkin, sebab siapa yang lebih banyak kerisauannya mengenai dunia, maka Allah akan menyebarkan ladangnya(urusannya) dan menjadikan kemiskinan itu selalu membayang dimatanya. Sebaliknya siapa yang lebih sibuk mengenai akhirat. Maka Allah akan mengumpulkan semua urusannya dan menjadikan kaya dan cukup itu menenangkan hatinya.(HR Athabrani)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s