Balasan dari orang yang tidak menghormati wanita

Wanita

Kata orang bila ingin mengetahui sampai dimana kadar atau kondisi sebenarnya diri di hadapan Allah, pergilah ke tanah suci.

Disana, sebagai tamu Allah, setiap orang akan disuguhkan karunia untuk mengetahui cela diri sehingga diri dapat segera memperbaikinya. Cerita dari pengalaman diri dan kisah dari jamaah haji selalu menarik dan dengan persangkaan baik kepadaNya itu tiada lain adalah wujud Kasih Sayang Allah kepada hambaNya.

Dalam buku Ayahku, Hamka, diceritakan kisah menarik, seseorang bernama Haji Sabri, juragan berlian dari Kalimantan yang mengirimkan surat kepada Hamka perihal pengalaman itu dan dengan itu dirinya telah bertobat. Kisahnya adalah demikian :

Waktu kita sampai di Muzdalifah, mengumpulkan batu-batu kerikil, saya bersinggungan dengan seorang wanita. Dari busananya saya tahu kalau dia jamaah Turki. Wanita itu ditemani dua orang temannya dan seorang laki-laki. Saya minta maaf kepadanya dalam bahasa Inggris. Permintaan saya tidak dijawab, malah dia memberikan senyuman kepada saya, senyuman yang sangat manis..

Dia berbisik kepada temannya, lalu kembali menoleh kepada saya, kala itu saya betul-betul kagum dengan kecantikannya, wajahnya cantik, kulitnya putih, hidungnya mancung, senyumnya betul menggoda hati saya. Dikeramaian orang yang sedang mengumpulkan batu, tiga wanita yang cantik itu hilang dari pandangan saya. Sampai di kemah, saya terus mengingat wanita Turki yang berlesung pipit itu.

Pagi hari setelah shalat shubuh, saya mulai menuju Jamratul Aqabah untuk melempar . Ditengah jalan kembali saya bertemu dengan wanita Turki yang tadi melemparkan senyum manisnya kepada saya.

Bagaikan kerbau dicucuk hidungnya, saya mengikutinya dari belakang. Hati saya penasaran. Ketiga wanita itupun sebentar-sebentar menoleh kebelakang kearah saya. Saya terus berusaha untuk mendekati sampai kedekat Jamratul Aqabah. Saya dapat berada persis disamping kirinya. Kami sama-sama melempar, tangan krinya memegang tembok pemisah yang berbentuk lingkaran. Ditengah tengah lingkran yang berdiameter 15 meter itu terdapat batu batu yang kami lempar.

Saya terpaku melihat tangan kirinya amat putih. Saya tidak dapat mengendalikan diri ingin menjamahnya. Belum lagi tangan kanan saya yang ingin menjamah tangan kiri wanita itu tercapai, tiba-tiba saya melihat sebongkah batu hitam mungkin batu granit sebesar kepalan tangan orang dewasa, melayang dari arah seberang menghantam mulut saya. Karena lemparan itu sangat keras, saya langsung tidak sadarkan diri. Saya baru sadar ketika berada di pembaringan rumah sakit. Sebagian kepala saya dibalut perban.

Dari seorang perawat, kebetulan berasal dari Indonesia, saya diberitahu bahwa saya sudah tidak sadar selama dua hari. Saya dinyatakan mengalami kecelakaan. Kepala saya terbentur tembok pemisah jamarat akibat dorongan orang banyak yang berdesak-desakan. Tulang hidung saya patah dan empat buah gigi tanggal. Mulut dan hidung saya mendapat jahaitan 15 jahitan. Yang cukup parah rahang saya retak.

Setelah saya ingat-ingat kembali kejadian yang menimpa saya, saya berkesimpulan bahwa itu dikarenakan dosa saya sendiri. Selama ini saya tiada pernah menghargai wanita, apalagi menghormatinya. Dengan uang yang saya miliki, saya bisa melakukan apa saja terhadap wanita, termasuk kawin cerai.

Saya yakin, saya bukan terbentur tembok pemisah, malainkan saya dihukum oleh Allah ditempat orang yang melempar setan. Wanita cantik yang membuat saya tergoda, itu pasti utusan Allah, mungkin malaikat yang menjelma menjadi wanita cantik.

Diakhir suratnya, Haji Sabri berencana tidak pulang dulu ke Banjarmasin. Ia ingin sementara bermukim di Mekah, setahun atau dua tahun, untuk belajar agama dan bertobat. Iapun meminta istri pertamanya untuk menyusul ke Mekah. Ia akan tinggal disuatu keluarga mukimin yang sedaerah dengannya.

Begitulah kisah nyata yang dialami H Sabri. Orang yang telah berhaji banyak bernasehat, agar selama berhaji harus dapat menjaga prilaku. Bila kita melakukan hal yang buruk, angsung Allah menimpakan hukuman kepada kita.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s