Inilah kisah pengalaman pertama seorang mukmin di alam kubur

blog_kuburan_2056

Kalau berbicara kubur atau hal terkait kematian sudah bikin merinding dan takut. Tapi terus terang mengingat ini adalah nasehat yang paling baik dan jitu untuk seseorang menjadi sadar.

Safari perjalanan ke alam ini memang harus dialui oleh setiap manusia dan setiap manusia pasti merasakan mati.

Firman Allah : Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.(Ali Imran 185)

Dibanding alam lain yaitu alam Mahsyar, Khalifah Abu bakar Ra mengatakan bahwa dirinya lebih takut berada dialam kubur karena diri akan sendirian, berbeda keadaannya di alam seperti alam Mahsyar dimana Allah membangkitkan semua manusia bersama-sama.

Alam kubur ini sangat nyata. Diawal-awal seseorang baru dikuburkan, dirinya  masih dapat mendengarkan suara sandal kerabatnya ketika meninggalkan dirinya sendirian sesuai hadis sebagai berikut :

Sabda Nabi Saw: Hadist ini diriwayatkan oleh Abu Hatim dan Hibban, Abu Hurairah berkata : Bahwa saat mayit diletakkan di kuburnya, ia bisa mendengar suara sandal orang yang pulang setelah menguburnya.

Selanjutnya bagaimana bila seorang mukmin saat menjalani awal-awal di kuburnya?. Kisah ini banyak diuraikan dalam beberapa kitab ahli sunnah wal jamaah yang garis besarnya sebagai berikut :

Saat seseorang berada didalam kubur kenyataan yang ada adalah jasad akan hancur dan rusak sementara ruh adalah tetap, sehingga azab hanya diberikan kepada ruh. Sebenarnya tidak demikian jasad dan ruh adalah bersama-sama mendapatkan balasannya baik berupa keselamatan maupun azab di alam kubur.

Jika seorang mukmin berada di kuburnya, maka amal shalehnya akan segera menemani dirinya, sehingga tiada ketakutan dan kekuatiran baginya. Shalatnya akan menemani daerah di kepalanya, Puasa akan menemani disamping kanannya, Zakat menemani disamping kirinya, Infaq, sedekah, silaturahim, amar ma’ruf dan ahlaq baik lainnya menemani daerah kakinya.

Disaat semuanya menemani itu, dua malaikat  yaitu Munkar dan Nakir datang dari arah kepalanya, maka Shalatnya akan menjawab : “Tidak ada yang bisa masuk dari arah sini” . Malaikat kemudian pindah kekanan, namun dicegat puasa dan ia berkata : “Tidak ada orang yang bisa masuk ke arah sini”. Begitupula terus dicoba masuk kearah kiri dan terus kebagian kaki, amal sholehnya terus mempertahankan dirinya.

Akhirnya malaikat berkata : “Duduklah”, maka iapun duduk mendekat kearah matahari yang akan tenggelam… katanya : Biarkan aku Shalat. Malaikat menjawab : kamu mau shalat, namun sebelumnya beritahu tentang beberapa hal yang akan kami tanyakan. pertama, apa yang kamu ketahui  tentang laki-laki yang pernah bersamamu ?  kedua Apa yang kamu katakan tentangnya dan ketiga bagaimana persaksianmu terhadapnya?.

Ia menjawab dengan tenang dan lancar: “Dia adalah Muhammad Saw, kami bersaksi bahwa dia datang membawa kebenaran Allah.  Dikatakan kepadanya bahwa atas keyakinan itu kamu hidup dan atas keyakinan itu pula kamu akan dibangkitkan, kelak, Insya Allah kemudian dibukakan pintu syurga.

Lebih lanjut dikatakan padanya : “Inilah tempat yang Allah telah janjikan kepadamu, Iapun menjadi gembira dan bertambah riang mendengar khabar gembira itu. Kuburnya kemudian diluaskan 70 hasta dan disinari cahaya terang dan jasadnya dikembalikan sebagaimana semula dan ruhnya diletakkan dalam hembusan burung yang bergantung di syurga dan inilah yang difirmankan Allah :

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (Ibrahim : 27)

Lalu disebutkan dalam ayat lain keadaan sebaliknya yang dialami orang kafir. Ia berkata: Kuburnya disempitkan sehingga hancur tulang belulangnya itulah kehidupan yang sempit yang dimaksudkan dalam firmanNya.

Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa” (Thaha : 16)

Nabi Saw menyatakan bahwa seseorang yang lancar menjalani proses awal kala dihadapkan malaikat Munkar dan Nakir  di alam kubur, disaat melanjutkan perjalanan ke alam lainnya akan menjadi lebih mudah. Sebaliknya orang di kubur saja telah mengalami proses yang sulit, maka selanjutnya akan semakin berat.

Nabi Saw bersabda: Sesungguhnya kuburan itu persinggahan pertama menuju akhirat. Jika seseorang selamat dari siksa kubur, maka pada persinggahan-persinggahan selanjutnya akan berjalan lebih lancar. Namun jika tidak selamat dari siksa kubur, maka persinggahan-persinggahan berikutnya akan terasa lebih berat (HR Attirmidzi, Ibnu Majah, Hakim)

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s