Makna karunia umur panjang dan kemanfaatan seseorang

10957304_809353919113940_723153334_n

Bagi yang mengharapkan umur panjang dalam setiap ulang tahun yang dirayakan, maka perhatikan lebih dulu mengenai makna umur panjang di bawah ini:

Ibnu Athaillah mengatakan bahwa hukum dibawah ini berlaku untuk semua makhlukNya. “Umur orang banyak yang panjang, namun manfaatnya kurang, sebaliknya umur orang banyak yang singkat namun padat manfaat”

Atau nasehat dari Imam Hasan Basri perihal umur sebagai berikut :

Imam Hasan Al-Bashri berkata : “Hai anak Adam engkau hanyalah kumpulan hari yang ada. Jika satu hari berlalu maka berlalu pulalah darimu sebagian umurmu. Oleh karena itu, jatah hidupmu pun akan berkurang seiring dengan perjalanan waktu. Maka jagalah waktu-waktumu itu melebihi penjagaanmu terhadap harta & keluargamu.

Setiap makhluk akan melintasi siklus waktu yang singkat dalam kehidupan dan penghidupannya, namun tidak semua mampu merasakan dalam mendapatkan karunia yang luar biasa dari Allah. Karenanya saat hari perhitungan kelak banyak orang berkata : “Kita dibumi serasa sangat cepat seperti sejam atau sehari saja”.

Memahami hal itu, masalahnya bukan terletak pada masa hidup seorang, melainkan pada bagaimana kualitas hati dan kesadaran ruhani seseorang. Begitu pula ikhtiar seseorang dalam mengupayakan kulaitas hidup dan kemampuannya berproses uantuk menjadikan dirinya selalu lebih baik dari waktu ke waktu yang dari usia yang dilaluinya.

Lebih lanjut Ibnu Athaillah menyampaikan :

Siapa diberi berkah dalam usianya, Ia dapat secara singkat meraih karunia-karunia Allah yang tiada dapat diungkapkan lewat kata-kata maupun lewat tanda-tanda atau isyarat saja.

Hikmahnya adalah tidak terletak pada lamanya hidup seseorang. Pada masa kiniĀ  dambaan orang adalah umur panjang, Bila ditafakuri rentang umur panjang yang diperoleh sebenarnya hanya memperpanjang kesengsaraan dan prilaku dan kebiasaan lama yang terus berulang.

Bagi yang dapat mensikapi karunia umur panjang yang demikian, hal itu serasa diobati agar dapat meraih kesehatan dan keselamatan dan hidup yang lebih baik, hingga dapat mencapai Sang Pemberi Hidup.

Sekali ini tergapai, menjadi tidak penting lagi apakah diri hidup panjang atau sebentar saja. Yang terpenting adalah mengetahui hakikat diri dan bahwa diri memiliki ruh yang ada diluar batasan-batasan hidup diatas bumi.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s