5 obat kerasnya hati

Tips-Melunakkan-Hati-Yang-Keras

Beberapa ulama menyatakan bahwa hati dapat mengeras dan itu adalah penyakit, dan cara untuk menyembuhkannya adalah dengan melembutkan  hati kembali. Semua penyakit tentu ada obatnya dan obat yang paling baik adalah mengerti akar pemasalahan atau sebab penyakit itu.

Adapun sebab-sebab kerasnya hati adalah antara lain, tidak mau menerima kebenaran Al Quran dan Assunah, sukar untuk menangis walau dibacakan ayat yang bersifat ancaman, selalu takabur, sombong dan merasa paling benar dan senang bergelimang maksiat memperturutkan hawa nafsunya.

Pengobatan kerasnya hati dapat  ditempuh dengan beberapa cara yaitu :

1. Membaca Al Quran dan sering berdzikir kepada Allah

Al Quran sebagai penawar atau pengobat hati diuraikan dalam surat Yunus 57 dan Al Isra : 82. Bila hati mengeras, akan mustahil seseorang dapat bergetar hatinya dikala dibacakan ayat-ayat Allah.

Firman Allah : Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal (Al Anfal : 2).

Firman Allah : Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (Yunus 57)

Firman Allah : Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

Memperbanyak dzikir karena dengan berdzikir akan menenangkan hati sesuai surat Ar Ra’du : 28

Firman Allah : (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Sabda Nabi Saw : perbedaan orang yang berdzikir dan tidak berdzikir adalah seperti orang yang hidup dan yang mati (HR Bukhari)

2. Merendahkan diri dan menangis dihadapan Allah.

Dalam hal ini sering-seringlah membaca al Quran khususnya ayat-ayat yang berupa peringatan dan ancaman serta yang membahas akhirat. Banyak riwayat hadist yang menerangkan bahwa airmata yang membasahi wajah karena takutnya kepada Allah akan menjadi penghalang seseorang tersentuh  api neraka.

3. Menghadiri Majelis berupa Mauidhah (Tuntunan ) 

Selain mendengarkan berbagai tuntunan ilmu yang keluar dari majelis ilmu, sebaiknya juga senag berkumpul dengan orang-orang shaleh dan mendengarkkan kisah-kisah dan perjuangan dari orang shaleh.

4. Menjauhi kemaksiatan dan bertobat

Sabda Rasulullah Saw: Sesungguhnya hatiku kadang keruh, maka aku beristighfar dalam satu hari sebanyak seratus kali (HR Ahmad)

Dalam hadist ini Rasulullah Saw, walau telah terjaga dosanya baik yang telah lalu maupun yang akan datang tetap memerlukan istighfar untuk mencerahkan hatinya. Lalu bagaimana diri yang suka bermaksiat, logikanya harus lebih banyak lagi beristighfar.

5. Mengingat kematian

Tidak ada yang memungkiri bila mengingat kematian adalah nasehat dan pesan yang paling baik dapat menyadarkan seseorang untuk merenungi keberadaan dirinya kembali. Kesadaran demikian juga akan semakin kokoh bila diri sering bertakjiah, menyaksikan sakaratul maut dan berziarah kubur.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s