Makna sebuah jalan lurus

jalan yg lurus

Allah berfirman : Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Akulah menjaganya. Sesungguhnya hamba-hambaKu tidak ada kekuasaan bagimu (setan) terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat (Al Hijr: 42)

Jalan lurus pada surat al fatihah

Dalam ayat yang lain, setiap mukmin dalam membaca surat Al Fatihah ayat ke-6 dan 7 selalu berdoa dan mohon ditunjukkan dirinya untuk selalu berada di jalan lurus.

Firman Allah : Tunjukilah kami jalan yang lurus,(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.(Al Fatihah 6-7)

Dari surat tersebut ada kepasrahan diri bahwa untuk mencapai jalan itu tidaklah mampu dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan diri, melainkan meminta bantuan Allah, agar memperoleh bimbinganNya.

Makna jalan lurus

Bila diamati jalan lurus buatan manusia didunia yang terbentang ribuan km,  sejatinya tidak akan pernah lurus, karena bumi itu bulat dan bentuk jalan lurus itupun akan mengikuti bulatan bumi, yaitu menjadi melengkung.

Namun jalan lurus yang diberikan Allah tentu jalan yang selurus-lurusnya dan seterang-terangnya dan manusia tidak dapat membuat jalan lurus yang demikian didunia. Ini menjadi bukti bahwa yang diciptakan Allah tidaklah dapat diciptakan oleh manusia.

Jalan lurus yang ditunjukkan Allah inilah yang wajib dicari oleh semua  manusia  sebagai jalan selamat di dunia dan akhirat. Bekal dan kelengkapan melewatinya juga harus memiliki  iman, Islam dan ihsan.

Beberapa ayat dibawah ini memberikan makna bahwa untuk mencapai jalan lurus dunia dan akhirat adalah kewajiban bagi orang beriman sebagai berikut :

Firman Allah : Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus”.(Ali Imran 51)

Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (ali Imran 101)

Perumpamaan jalan lurus

Nabi Saw memberikan perumpamaan mengenai jalan lurus sebagai berikut :

“Jalan lurus adalah jalan yang kedua sisinya terdapat dinding yang pintu-pintunya terbuka. Tiap-tiap pintu tertutup oleh tirai yang menjuntai dan ada orang di gerbang jalan yang menyeru : Wahai manusia laluilah kalian semua jalan ini dan janganlah kalian berbelok.

Saat manusia ingin membuka salah satu pintu tersebut, penyeru lain dari atas jalan berkata: Celakalah kamu, janganlah kamu membukanya, jika membukanya kamu pasti akan terjerumus didalamnya.

Jalan lurus dalam kisah ini adalah perumpamaan dari agama Islam, sedangkan dua dinding tersebut adalah hukum-hukum Allah. Adapun pintu-pintu yang terbuka adalah larangan-larangan Allah. Penyeru yang ada di gerbang jalan tersebut adalah nasehat-nasehat dari Allah yang terdapat pada hati setiap Muslim  (HR Muslim dan Ahmad)

Dengan demikian perjalanan kehidupan orang yang beriman adalah seperti garis yang lurus. Dalam artian selalu berpegang pada petunjukNya, dan orang yang demikian akan cepat mengetahui kalau ada perbuatan yang melenceng dari garis itu, dan berusaha cepat kembali.

Imam Ibn Athaillah :”Salah satu tanda sukses di akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah di awal perjalanan ( Al hikam)

Cara untuk mencapai jalan lurus

Jalan lurus yang dibentangkan Allah memerlukan pemahaman diri terkait amanat dan tujuan hidup seseorang. Safari hidup manusia didunia dan akhirat harus juga berada di jalan yang lurus. Dari berbagai lintasan alam itu, ternyata taruhan manusia adalah pada jalan hidupnya di alam dunia.

Ladang amal dan bakti manusia selama didunia adalah penjamin selamat atau tidaknya di safari panjang selanjutnya, padahal hidup didunia itu hanya sebentar dibanding alam lainnya.

Dalam melaksanakan perjalanan / safari tersebut sudah pasti dibutuhkan pedoman atau peta perjalanan agar dapat sampai tujuan. Pedoman tersebut sudah pasti bukan keluar dari ciptaan manusia atau makhluk lainnya, tetapi harus keluar dari sang pencipta yaitu Allah SWT. Pedoman nyata tersebut sudah tentu adalah Al Quran dan Assunah.

Firman Allah : Sesungguhnya Al Quran ini menunjukkan jalan yang paling lurus (Al Isra : 9)

Keberadaan kitab suci Al Quran adalah sebagai pedoman yang akan mampu menyingkap cahaya yang gelap menjadi cahaya yang terang benderang yang akan menghindari seseorang mengalami kesesatan, Bila tidak berpedoman maka seseorang akan melaluinya dengan cara  meraba-raba, mencari-cari dan tidak pernah memiliki keyakinan dalam menempuhnya.

Bila demikian adanya, maka orang seperti ini tidak akan pernah diliputi ketenangan dan dirinya akan selalu diliputi kebingungan dan kegalauan dalam menempuh jalan hidupnya.

Wallahu a’lam

One thought on “Makna sebuah jalan lurus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s